JABAR MEMANGGIL – Komisi II DPR RI menegaskan komitmen penuh untuk mendukung kemajuan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di segala aspek.
Ketua Tim Komisi II DPR RI, Dr. H.M. Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan hal ini saat Kunjungan Kerja Spesifik ke kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Menurut Rifqi, infrastruktur IPDN belum sebanding dengan jumlah praja. "Komitmen DPR RI adalah mempercepat pembangunan infrastruktur. Tahun lalu anggaran APBN IPDN Rp578 miliar, insyaallah 2026 naik menjadi Rp814 miliar dengan bantuan Presiden RI," ujarnya. Dana itu akan dialokasikan untuk perbaikan mess Kesatriaan beserta fasilitas pendukungnya.
Anggaran Makan Praja Naik, Target Calon Pamong Praja Lebih Berkualitas
Komisi II juga perhatikan kesejahteraan praja. Saat ini, anggaran makan praja IPDN hanya Rp43.000 per orang per hari, jauh di bawah Akpol, AD, dan AL yang Rp75.000.
"Dengan bansos ini, kami dorong kenaikan agar makanan lebih bergizi, hasilkan calon pamong praja berkualitas," tambah Rifqi.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang mendampingi apresiasi dukungan DPR. "Kemendagri dan Rektor IPDN sedang benahi sistem penerimaan praja, kurikulum, dan pembinaan. PR ke depan, kurikulum relevan, rebranding kampus, perbaiki kultur akademik, aktivasi alumni, dan jaga semangat Bhinneka Nara Eka Bhakti," katanya.
Rektor IPDN sependapat. "Bansos APBN 2026 untuk ganti seluruh tempat tidur, lemari pakaian praja, dan rehab asrama." Ia minta dukungan Komisi II agar kuota praja 2026 capai 1.410 orang, seperti usulan ke Menpan RB. "Jika di bawah 1.200, asrama kosong dan dosen kurang jam mengajar," imbuhnya.