JABAR MEMANGGIL -Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meminta para kepala desa untuk berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, khususnya terkait anak putus sekolah dan pencegahan stunting. Hal itu disampaikan saat melantik tujuh kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Pendopo Garut.


Syakur menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Garut sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan di tingkat desa.


"Kalau desanya maju maka kabupatennya maju. Namun sebaliknya, kalau desanya ada kendala maka kemungkinan besar kabupaten pun akan menghadapi kendala. Sehingga saya sangat intens terhadap pembangunan di desa," ungkap Syakur.


Ia mengajak seluruh unsur pemerintahan desa untuk terus membangun kerja sama dan semangat gotong royong demi mempercepat pembangunan di wilayah masing-masing.


Dalam kesempatan itu, Syakur menyoroti masih adanya anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Garut. Ia meminta para kepala desa yang baru dilantik untuk segera mendata anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan serta mencari tahu penyebabnya.


"Bapak/Ibu cari anak yang putus sekolah dan cari alasan mengapa mereka tidak bersekolah, lalu kita sama-sama mencari solusinya. Kalau dia tidak punya sepatu dan tas sekolah, bilang kepada kami, kami akan berikan sepatu dan tas. Kalau terkait keuangan kita akan mencarikan solusi melalui Program Indonesia Pintar (PIP)," ungkapnya


Menurut Syakur, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan.


Selain pendidikan, Syakur juga mengingatkan pentingnya mempertahankan tren penurunan angka stunting di Kabupaten Garut. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah desa untuk tetap waspada dan memperkuat langkah-langkah pencegahan.


Ia menekankan bahwa kepala desa harus tanggap terhadap setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Jika menemui kendala, para kepala desa diminta segera berkoordinasi dengan camat maupun pemerintah kabupaten.


"Kalau ada masalah jangan diam, paling tidak ceritakan dan sampaikan kepada Pak Camat. Bahkan kalau memungkinkan, Bapak/Ibu bisa menceritakannya langsung kepada saya," ujarnya.


Syakur berharap para kepala desa hasil PAW dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta berkomitmen mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing.