JABAR MEMANGGIL– Lebih dari sekadar perayaan angka, Dies Natalis Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke-70 menjadi simbol komitmen lembaga pendidikan tinggi kedinasan ini menuju World Class University.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat visi, integritas, dan strategi mencetak calon pemimpin pemerintahan yang kompeten. Selasa (31/3/2026).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan hal itu dalam acara Sidang Senat Terbuka di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor.
"Saya yakin IPDN dapat mengembangkan diri dengan inovasi-inovasi yang adaptif, pengembangan sarana dan prasarana yang semakin baik, program studi yang reliable, serta kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi acuan para user atau pengambil keputusan," tuturnya.
Pejabat Tinggi Negara Sampaikan Orasi Ilmiah
Selain Mendagri, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (Wakil Ketua KPK) Prof. Dr. Agus Joko Pramono, hadir langsung. Dalam orasi ilmiahnya, ia menekankan peran strategis IPDN dalam membentuk pamong praja yang tidak hanya paham administrasi, tapi juga berintegritas.
"IPDN tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami administrasi pemerintahan, tapi harus membentuk pamong praja kompeten berintegritas, peka terhadap etika, akuntabel, transparan, dan berani menolak penyimpangan," ujar Prof. Agus.
Ia menambahkan, integritas menjadi fondasi pemerintahan yang dipercaya rakyat, di mana birokrasi masa depan butuh pemimpin yang menggabungkan etika, keberanian, dan kemampuan menjaga marwah jabatan.
Wamendagri: Fokus SDM Berintegritas di Era Digital
Wakil Menteri Dalam Negeri III, Komjen Pol (Purn.) Drs. Akhmad Wiyagus menyampaikan pesan serupa. "IPDN harus menghasilkan SDM aparatur yang berintegritas, yang memiliki kemampuan daya saing sehingga dapat diandalkan dalam memasuki kompetisi global yang ketat," katanya.
Di usia 70 tahun, IPDN diminta merambah akreditasi internasional dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya komunikasi digital. "Hal ini sejalan dengan dinamika pemerintahan yang semakin berkembang, serta tantangan pelayanan publik di era digitalisasi," tambahnya.
Wamendagri juga mengapresiasi peran IPDN dalam rekonstruksi pasca-bencana di Sumatera dan Aceh, dengan mengirimkan 2.329 praja ke daerah terdampak.Acara ini menjadi pengingat bagi IPDN untuk terus berinovasi, memastikan lulusannya siap membangun birokrasi bersih dan kompetitif.