JABAR MEMANGGIL– Inovasi penerbangan masa depan, Advanced Air Mobility (AAM), menjadi sorotan di Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 yang digelar di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi. Sabtu (25/4/2026).

Konsep pesawat listrik generasi baru ini dinilai mampu merevolusi transportasi udara di Indonesia.

Alessandro Arraniry Pritajaya, perwakilan Indonesia di AAM Institute, organisasi internasional bidang pesawat listrik menyampaikan pemaparan bahwa Indonesia memiliki peluang emas mengadopsi teknologi AAM. 

Dengan geografis kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau, kebutuhan konektivitas cepat dan efisien semakin mendesak.

"AAM bisa menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama daerah sulit dijangkau," ujar Alessandro.

Pesawat listrik AAM dirancang untuk perjalanan lebih efisien, dengan waktu tempuh singkat. Alessandro juga menyoroti manfaatnya di sektor logistik,  distribusi barang ke wilayah terpencil bisa dipercepat, melengkapi sistem transportasi existing.

"Pengiriman logistik bisa dilakukan lebih cepat," tambahnya.

Tak hanya itu, AAM ramah lingkungan karena emisi rendah, berpotensi buka akses wisata baru tanpa rusak alam. 

Alessandro menutup dengan ajakan kolaborasi pemerintah, industri, dan pendidikan untuk bangun ekosistem AAM.

Dengan riset kuat dan infrastruktur siap, teknologi ini diharapkan perkuat konektivitas nasional sekaligus dorong pertumbuhan ekonomi merata.