JABAR MEMANGGIL — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sumedang menyelenggarakan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). 

Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan Lapas dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Sumedang.

Kegiatan diikuti seluruh jajaran pegawai Lapas serta perwakilan warga binaan. Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, serta amanat pembina upacara yang menekankan makna kemerdekaan bagi seluruh elemen lapas.

Dalam amanatnya, Kalapas Sumedang Bima Ganesha Widyadarma  mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, kedisiplinan, dan kualitas pembinaan. 

“Peringatan ini harus mendorong kami untuk meningkatkan program pembinaan sehingga warga binaan siap kembali ke masyarakat,” kata Kalapas.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Remisi Umum Kemerdekaan Tahun 2026 yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang dan dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang, Donny Ahmad Munir. 

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, tercatat 161 orang warga binaan Lapas Sumedang menerima remisi umum pada peringatan kali ini.

Dari jumlah tersebut, 3 warga binaan memperoleh Remisi Umum II dan langsung dinyatakan bebas pada hari yang sama. 

Kalapas menjelaskan remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif.

“Remisi ini kami harapkan menjadi motivasi bagi warga binaan lain untuk terus memperbaiki diri. Bagi yang bebas, mari kembali ke masyarakat dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Kalapas.

Suasana haru mewarnai momen kebebasan tiga warga binaan tersebut, ketika mereka dipeluk oleh keluarga yang hadir. 

Lapas Sumedang menegaskan proses pengeluaran berjalan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk pendampingan reintegrasi agar proses kembalinya ke masyarakat berjalan lancar.

Kegiatan diakhiri dengan penampilan kesenian dari warga binaan serta doa bersama untuk kemajuan bangsa. 

Kepala Lapas dan Bupati berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan formal tetapi juga sarana evaluasi dan penguatan program pembinaan agar menumbuhkan kemandirian dan sikap antisipatif saat kembali ke lingkungan masyarakat.