JABAR MEMANGGIL— Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mendorong Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI) untuk menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat dakwah melalui sektor ekonomi di Kabupaten Sumedang.

Pernyataan tersebut disampaikan Dony saat menjadi keynote speaker pada acara Pelantikan Tasykil DPD HIPPI Sumedang yang berlangsung di Gedung Negara pada Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Dony berharap kepengurusan baru DPD HIPPI tidak sekadar memperkuat internal organisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga Persatuan Islam (Persis) maupun masyarakat Sumedang secara lebih luas.

“Semoga dengan kepengurusan yang baru ini bisa memberikan makna dan manfaat kepada pengurus, organisasi, dan masyarakat,” ujar Dony.

Bangun Sistem dan SDM Berkualitas

Dony menegaskan, setiap organisasi harus memiliki visi dan mimpi besar yang jelas. Untuk mewujudkannya, HIPPI dinilai perlu membangun sistem organisasi yang efektif serta responsif terhadap dinamika ekonomi.

“Bagaimana kita mencapai tujuan tersebut, HIPPI harus menyiapkan sistem yang efektif. Setelah mempunyai sistem, siapkan kebijakan, program, dan kegiatan yang akan mengisi sistem tersebut untuk mencapai tujuan HIPPI,” terangnya.

Selain sistem, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi aspek krusial. Menurut Dony, pengetahuan yang terus diasah akan memperluas wawasan dan melahirkan berbagai inovasi ekonomi yang adaptif.

Ia pun berharap HIPPI mampu membangun ekosistem kewirausahaan yang kokoh melalui peningkatan kapasitas anggota, perluasan jejaring usaha, serta kolaborasi strategis lintas sektor.

“Kalau sistemnya kuat, SDM-nya berkualitas, programnya tepat, dan kolaborasinya berjalan, saya yakin HIPPI bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Sumedang,” tambahnya.

Spirit "Niaga Berdaya, Dakwah Berjaya"

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD HIPPI Sumedang, Firman Bagja Nugraha, menegaskan bahwa jajaran kepengurusan yang baru dilantik mengusung semangat “Niaga Berdaya, Dakwah Berjaya”.

Firman menjelaskan bahwa gerakan dakwah saat ini tidak sebatas aktivitas di atas mimbar, melainkan juga harus merambah pada aksi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kesadaran dakwah bukan hanya dakwah di atas mimbar saja, tetapi dakwah di bidang ekonomi. Karena kemiskinan dekat dengan kekufuran, sehingga HIPPI Sumedang mempunyai harapan, khususnya di Kabupaten Sumedang, tidak ada lagi warga yang kekurangan,” ungkap Firman.

Ke depan, HIPPI Sumedang berkomitmen menjadikan sektor ekonomi sebagai instrumen dakwah untuk mendorong kemandirian, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.