JABAR MEMANGGIL– Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, memberikan pembekalan khusus kepada 1.062 Praja Utama Angkatan XXXIII calon wisudawan Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini, IPDN Kampus Jatinangor, Rabu (22/7/2026).
Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agent of change (agen perubahan) dalam menghadapi tantangan birokrasi modern dan menjaga keberlangsungan bangsa.
"Negara yang berhasil untuk tetap bertahan 300 tahun mendatang itu salah satunya adalah negara yang memiliki human capital yang baik. Cara mendapatkan SDM yang baik di Indonesia adalah dengan memperbaiki Aparatur Sipil Negaranya," tegas Tito di hadapan para praja.
5 Kemampuan Wajib ASN Modern
Untuk mencetak birokrat yang handal, Mendagri membakar semangat para praja utama agar menguasai 5 kemampuan dasar, yaitu:
Penguasaan Dasar Ilmu Pemerintahan
Penguasaan Kompetensi Teknis Pemerintahan
Pemahaman Dinamika Lingkungan Strategis
Penguasaan Informasi dan Teknologi (IT)
Kemampuan Berpikir Kritis, Adaptif, Inovatif, Produktif, dan Kompetitif
Kepala Daerah Mulai 'Rebutan' Lulusan IPDN
Mendagri menyampaikan rasa bangganya terhadap IPDN sebagai sekolah kedinasan terbesar di Indonesia yang konsisten menghasilkan alumni siap kerja. Kedisiplinan, militansi, loyalitas tinggi, serta pemahaman teknis pemerintahan menjadi daya tawar utama para lulusan ini.
"Saya bangga pada IPDN. Buktinya, banyak sekali Kepala Daerah yang sudah request (meminta) lulusan IPDN tahun ini untuk langsung ditempatkan di daerahnya," ungkapnya.
Terkait pelantikan, Mendagri membocorkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Presiden. Presiden menyambut antusias untuk melantik langsung 1.062 pamong praja muda tersebut.
"Mohon didoakan saja, semoga Beliau dapat melantik langsung para praja IPDN, baik di Istana Negara maupun di Kampus IPDN Jatinangor," tambahnya.
Lulusan Terbaik Bukti Transparansi Perekrutan
Di sela-sela acara, Mendagri mengecek langsung kesiapan prosesi wisuda dan pengukuhan dengan memanggil 10 lulusan terbaik program D-IV IPDN.
Tito mengapresiasi latar belakang mereka yang seluruhnya berasal dari keluarga kelas menengah (middle class). Hal ini membuktikan proses Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN berjalan murni dan akuntabel berdasarkan kompetensi peserta.
Kabar Terbaru SPCP IPDN 2026
Sementara itu, Rektor IPDN, Halilul Khairi, memberikan tanggapan terkait progres pembukaan SPCP IPDN Tahun 2026 yang amat dinantikan masyarakat luas.
"Kami masih menunggu keputusan MenPAN-RB terkait kuota penerimaan calon praja IPDN 2026. Semoga hari Jumat ini sudah ada keputusannya. Kami imbau masyarakat untuk bersabar, begitu ada penetapan resmi akan segera kami umumkan," pungkas Halilul.