JABAR MEMANGGIL— Polres Sumedang menggelar Lomba Basmi Hama Tikus yang dilaksanakan serentak di area pesawahan pada 26 kecamatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Bhayangkara dan bertujuan meningkatkan hasil panen serta produktivitas pertanian di Kabupaten Sumedang.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan kegiatan yang digelar Sabtu (20/6/2026) itu melibatkan 200 personel Polres serta 105 gabungan kelompok tani (gapoktan). Setiap gapoktan mengirimkan sekitar 20 peserta, sehingga total peserta lomba mencapai sekitar 2.000 orang.
“Peserta ada sekitar 2.000 orang yang menjadi peserta lomba pembasmian hama tikus 2026 untuk memperebutkan Kapolres Cup,” ujar AKBP Sandityo kepada awak media di lokasi kegiatan, Blok Cibaros Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara.
Sandityo menjelaskan lomba dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan dan berlangsung selama beberapa hari. Menurutnya, hasil awal kegiatan cukup menggembirakan dan akan dilanjutkan selama empat hari berturut-turut.
Beberapa wilayah yang dikatakan mengalami dampak cukup parah akibat hama tikus adalah Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja, yang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil padi di Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menekan populasi tikus, tetapi juga memberikan rasa aman bagi petani menjelang musim tanam berikutnya.
“Harapannya, saat persiapan penanaman tahap kedua, petani sudah merasa tenang dan tidak diganggu lagi tanamannya oleh hama tikus,” ujar Sandityo.
Untuk penilaian lomba, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap oleh masing-masing peserta.
Semakin banyak tangkapan, semakin besar peluang menjadi pemenang dan berhak atas Kapolres Cup.
AKBP Sandityo berharap gerakan bersama antara kepolisian dan kelompok tani ini efektif menekan populasi tikus sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang.