JABAR MEMANGGIL– Konflik memanas di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta AS-Israel berdampak langsung pada kenaikan harga kedelai impor di Indonesia, termasuk Jawa Barat. 

Distributor kedelai di Sumedang mencatat harga melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp11.000 per kilogram.

Santi Sukmawati, pemilik distributor kedelai di Sumedang, mengungkapkan imbasnya terasa banget pada bahan baku tahu dan tempe. 

"Kenaikan mencapai 20 persen, tepat di awal bulan puasa ini," katanya Selasa (7/4/2026).

Meski stok kedelai masih aman, permintaan justru menurun drastis. 

"Biasanya sehari keluar 10 ton, sekarang hanya 6-8 ton karena pembeli mengurangi jumlah pembelian," tambah Santi.

Kedelai impor tersebut bersumber dari Amerika dengan lima jenis varian, disuplai khusus untuk pengusaha tahu di seluruh Sumedang. 

Selain itu, pasokan juga dikirim ke Kabupaten Subang, Majalengka, Cirebon, dan Kuningan.

Kenaikan ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah, yang memengaruhi harga komoditas kedelai dunia.