JABAR MEMANGGIL – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang menipis usai libur Lebaran 2026. Lonjakan permintaan dari rumah sakit dan klinik menjadi pemicu utama, sementara pasokan trombosit yang cepat kadaluarsa menambah tantangan.
Kepala Unit Donor Darah PMI Sumedang, dr. Deti Rahmawati, mengungkapkan bahwa stok darah hingga kini belum stabil meski antusiasme masyarakat untuk mendonorkan darah cukup tinggi.
"Selama Ramadan, kami berhasil mengumpulkan sekitar 569 labu darah. Antusiasme masyarakat sebenarnya cukup tinggi, namun belum mampu menutupi kebutuhan yang terus meningkat," ujarnya Kamis (26/3/2026).
Sebelum Ramadan, PMI Sumedang telah menyiapkan lebih dari 1.400 labu darah. Namun, permintaan tinggi dari fasilitas kesehatan membuat stok cepat habis. Khusus trombosit yang masa simpannya hanya empat hari, stok lama tak lagi bisa digunakan.
"Untuk trombosit, kami tidak bisa stok sebelum puasa. Karena itu, kami tetap membutuhkan pasokan donor darah setiap hari," tambah dr. Deti.
Permintaan golongan darah di Sumedang relatif merata, tapi golongan A mengalami peningkatan tajam selama Ramadan hingga pasca-Lebaran. Sayangnya, golongan A dan AB paling sulit dipenuhi. Saat ini, PMI mengandalkan relawan, keluarga pasien, serta warga yang mendonorkan untuk kerabatnya.
Untuk mengatasi kekurangan, PMI Sumedang berencana menggandeng instansi pemerintah, perusahaan, dan perguruan tinggi guna memastikan stok darah terpenuhi bagi warga yang membutuhkan.
PMI Sumedang membuka layanan donor darah setiap hari. Masyarakat bisa datang langsung ke kantor PMI di Jl. Prabu Geusan Ulun No. 23, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.