UMKM Lapas Kelas IIA Garut Tembus Eropa: Langkah Nyata Menuju “Go Dunia 2026”

JABAR MEMANGGIL - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut membuktikan bahwa tembok penjara bukan penghalang lahirnya karya kelas dunia. Melalui penguatan UMKM warga binaan, Lapas Garut sukses mengekspor ribuan produk ke pasar Eropa dan menancapkan optimisme  menuju Lapas Garut 2026 Go Dunia.

Sepanjang 2025, sebanyak 200 warga binaan terlibat langsung dalam kegiatan UMKM. Salah satu capaian paling menonjol adalah produk coir shade berbahan serat kelapa yang berhasil diekspor 10 kali ke pasar Eropa, dengan total 8.500 unit terkirim. 

Capaian ini menempatkan Lapas Garut sebagai salah satu lapas paling produktif dalam pengembangan UMKM berorientasi ekspor.

Tak hanya itu, berbagai unit usaha lainnya juga aktif berjalan. Warga binaan di lapas Garut ini telah  memproduksi 36 ribu potong tahu, ribuan produk konveksi seperti tas ransel, seragam, hingga jas almamater, serta mengembangkan UMKM roastery kopi yang telah menghasilkan 2.600 sachet kopi.
 
Di sektor kreatif, warga binaan juga menghasilkan batik tulis, roti, hingga produk pangkas rambut berbasis jasa.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa UMKM menjadi kunci utama pembinaan kemandirian, kelak usai menjalani massa hukumannya para warga binaan membawa keterampilan untuk massa depannya.

“Kami ingin warga binaan pulang ke masyarakat bukan dengan stigma, tetapi dengan keterampilan dan mental wirausaha. Ketika produk mereka bisa menembus pasar internasional, itu adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan,” ujarnya.

Penguatan UMKM ini terintegrasi dengan program ketahanan pangan. Warga binaan dilibatkan dalam pertanian padi, jagung, peternakan ayam, domba, perikanan lele dan nila, hingga pengolahan sampah organik. Hasilnya, puluhan ton pangan berhasil diproduksi sepanjang 2025, sekaligus mendukung kebutuhan internal dan ekonomi produktif lapas.

Capaian tersebut diperkuat dengan tata kelola yang transparan dan profesional. Pada 2025, Lapas Garut mencatat realisasi anggaran 98,78 persen dengan nilai IKPA 100 persen, serta peningkatan PNBP sebesar 72,23 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa program pembinaan tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak secara ekonomi.

Dengan fondasi tersebut, Lapas Garut kini menatap 2026 dengan optimisme. Pembangunan Galeri UMKM, pengembangan peternakan skala besar, hingga perluasan jejaring pasar terus dipersiapkan untuk memperkuat branding “Go Dunia”.

"Dengan capaian tersebut dan melalui program kemandirian, keterampilan warga binaan inilah tentunya menjadi optimis di tahun 2026 ini Lapas Garut akan tembus pasar dunia." Pungkas Rusdedy.