JABAR MEMANGGIL – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Pembukaan Pesantren Ramadhan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Al Kamil PPS Kabupaten Sumedang, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 3-4 Maret 2026, dan dibuka langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir.Acara dihadiri para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, serta jajaran ASN lingkungan Pemkab Sumedang.
Baca juga: Hari Pertama TMMD ke-129 Cianjur: TNI dan Warga Bahu-Membahu Renovasi RTLH Milik Burhanudin
Bupati Dony menekankan agar Ramadhan tahun ini lebih berkualitas dibanding sebelumnya, khususnya dalam ibadah dan pengendalian diri.
“Pengendalian diri itu kendalinya ada pada pikiran, hati, dan diri kita. Termasuk hari ini kita datang ke masjid untuk mengikuti pesantren Ramadhan, ini bagian dari upaya kita memperbaiki diri,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan menjaga pancaindra dari perbuatan yang mengurangi pahala.
Baca juga: Wakil Bupati Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual di Sumedang
“Puasa kita jangan hanya menahan haus dan lapar. Hati ini harus mampu menjaga hawa nafsu, menjaga tindakan dan perilaku yang bisa membatalkan pahala puasa. Jangan sampai setiap tahun berpuasa, tapi tidak ada perubahan dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Ia juga menyoroti konsistensi shalat tarawih yang sering "bolong-bolong" hingga akhir Ramadhan. “Niatkan tarawihnya full sampai akhir. Ramadhan ini momentum emas untuk memperbaiki kualitas ibadah kita,” pesannya.
Baca juga: TMMD ke-129 Kodim 0608/Cianjur Resmi Dibuka: Dari Betonisasi Jalan Hingga Tanam 1.000 Pohon
Bupati juga mengajak ASN mendekatkan diri pada Al-Qur’an dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya. Melalui pesantren ini, diharapkan terbentuk ASN yang profesional, bertakwa, dan berakhlak mulia untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumedang.
“Jadikan pesantren kilat ini sesuatu yang bermanfaat dan berdampak. Jadikan ini sebagai kebutuhan bagi diri kita, bukan sekadar rutinitas atau formalitas,” tutupnya.
Editor : Husni Nursyaf