JABAR MEMANGGIL - Tim SAR gabungan kembali gelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari ketiga untuk menemukan sekitar 80 warga yang masih hilang pasca bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hari ini, fokus operasi tertuju pada dua sektor utama, Sektor A di bagian timur dan Sektor B di bagian barat desa.
Briefing operasi dipimpin langsung oleh Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo. Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI/Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, relawan, serta komunitas SAR bersinergi menggunakan berbagai metode, mulai dari pencarian manual, anjing pelacak (alkon), hingga alat berat.
"Hari ini kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni Sektor A di bagian timur dan Sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap, dan juga potensi SAR serta relawan dari berbagai organisasi," ujar Direktur Operasi SAR Basarnas.
Ia menambahkan, untuk pencarian dengan alat berat, sebanyak 9 excavator akan digerakkan guna mempercepat proses. Hingga saat ini, data sementara mencatat 25 bodypack atau kantung jenazah telah dievakuasi, sementara sekitar 80 orang masih dalam pencarian.
Identifikasi korban sedang diproses oleh tim DVI (Disaster Victim Identification)."Setiap kantung jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi. Selanjutnya, tim DVI yang akan merilis data korban tersebut," tambahnya.
Direktur juga berharap cuaca hari ini mendukung agar operasi bisa maksimal hingga sore, mengingat kondisi cuaca sangat memengaruhi pelaksanaan SAR. Total potensi SAR yang terlibat mencapai 2.129 personel.
Operasi ini terus dipantau ketat untuk memastikan keselamatan tim dan keberhasilan evakuasi. Update terbaru akan disampaikan seiring perkembangan di lapangan.
Editor : Husni Nursyaf