JABAR MEMANGGIL – Di tengah ketidakpastian ekonomi yang bergerak cepat, Kabupaten Garut memilih memperkuat fondasi ekonomi dari bawah. Bukan melalui industri besar, melainkan dari ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai lebih tangguh, fleksibel, dan cepat beradaptasi menghadapi perubahan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Inaugurasi Program Wirahebat Batch 4 Tahun 2026 yang berlangsung di Amphitheater Ciplaz Garut.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menilai UMKM memiliki karakter yang berbeda dengan industri berskala besar. Ketika menghadapi guncangan ekonomi, usaha kecil dinilai lebih cepat bangkit dan bertahan.
"Skala kecil biasanya memiliki fleksibilitas yang tinggi dan bisa cepat pulih. Namun, semuanya bergantung pada kemampuan pelaku usahanya," ujar Syakur.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan modal. Pelaku usaha membutuhkan modal yang lebih lengkap, mulai dari pengetahuan, keterampilan, hingga kemauan kuat untuk berkembang.
Ia menegaskan, menjadi seorang wirausaha bukan jalan instan menuju kesuksesan. Dibutuhkan konsistensi dan kerja keras agar usaha dapat bertahan dan tumbuh.
Karena itu, Pemkab Garut ingin membangun kemandirian ekonomi daerah melalui jaringan industri kecil yang saling terhubung. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan ruang belajar bersama sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.
Koordinator Wirahebat Batch 4, Ganjar, menjelaskan program ini dirancang untuk mengubah pola bantuan konvensional menjadi sebuah ekosistem yang berkelanjutan. Melalui sistem inkubasi dan kompetisi, peserta tidak hanya menerima stimulus, tetapi juga ditempa agar memiliki daya juang dan kemampuan usaha yang lebih baik.
"Ekosistem tidak berhenti pada kegiatan formal atau simbolis. Yang kami bangun adalah keberlanjutan," katanya.
Program yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kapasitas usaha. Ganjar memastikan bantuan pemerintah yang diberikan kepada para peserta disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.
Menariknya, semangat kewirausahaan di Garut banyak digerakkan oleh kaum perempuan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen peserta Wirahebat dari angkatan pertama hingga keempat merupakan ibu rumah tangga dan perempuan pelaku usaha.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa perempuan menjadi motor penting dalam pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Garut.
Program Wirahebat sendiri tidak hanya menjadi milik Dinas Koperasi dan UKM, melainkan telah disinergikan dengan berbagai perangkat daerah lainnya. Harapannya, para alumni Wirahebat tidak berhenti menjadi pelaku usaha yang mandiri, tetapi juga tumbuh sebagai mentor yang mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru.
Sebagai bentuk apresiasi, acara inaugurasi ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pelaku UMKM terbaik melalui sejumlah kategori, mulai dari Wirahebat Berkembang, Ideasi, Inspiratif, Inovatif, Tangguh, hingga kategori Unggul.