JABAR MEMANGGIL – Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, untuk mendorong pengembangan produk unggulan di kawasan transmigrasi. Rabu (22/4/2026).

Fokus utama program ini adalah komoditas ubi jalar, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto soal swasembada pangan.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menjelaskan bahwa ubi jalar menjadi salah satu prioritas pengembangan di Unpad Jatinangor. 

"Ini implikasi langsung dari instruksi Bapak Presiden untuk swasembada pangan," ujarnya.

Pasar ekspor ubi jalar sudah terbuka lebar, khususnya ke Korea Selatan dan Jepang. Targetnya, 50 persen produksi untuk ekspor dengan kualitas premium, sementara sisanya dihilirisasi menjadi tepung. 

Produktivitas tanam mencapai 15 ton per hektar, menjanjikan potensi besar.

Unpad Siapkan 70 Varietas Ubi Jalar

Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan komitmen kampus untuk menjadikan ubi jalar sebagai tren sentral tidak hanya di Jawa Barat, tapi juga nasional. 

"Kami sudah kembangkan sekitar 70 varietas ubi jalar yang disesuaikan dengan berbagai kondisi tanah," katanya.

Inisiatif ini melampaui peningkatan hasil panen. Unpad dan Kemenhub Transmigrasi juga dorong pengolahan lanjutan hingga produk bernilai tambah melalui industrialisasi. 

Langkah ini diharapkan buka peluang usaha baru, tingkatkan pendapatan masyarakat transmigrasi, serta beri dampak ekonomi langsung.

PRAISE: Ekosistem Inovasi Ubi Jalar

Upaya tersebut selaras dengan konsep PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence), terinspirasi dari Centre of Excellence Patriot. PRAISE bangun ekosistem lengkap, dari riset, pengembangan, hingga hilirisasi produk secara berkelanjutan.