JABAR MEMANGGIL– Massa dari kelompok ahli waris Baron Baud, yang dipimpin Udju, menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (15/4/2026) siang. 

Mereka memprotes pencairan dana konsinyasi senilai sekitar Rp190 miliar oleh pengadilan tersebut.

Aksi ini menyoroti sengketa lahan terdampak proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Demonstran membentangkan spanduk kain putih dengan tulisan cat merah dan hitam yang kritis, menempelkannya di pagar PN Sumedang. 

Isi spanduk menyoroti dugaan korupsi dan mempertanyakan integritas aparat peradilan, salah satunya bertuliskan “Pak Prabowo kapan KPK ke Sumedang”.

Salah seorang perwakilan, Roni Riswara, menjelaskan bahwa pencairan dana dilakukan secara sepihak oleh PN Sumedang. Padahal, proses hukum perdata masih berlangsung hingga tahap peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung dan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Dana tersebut berasal dari ganti rugi pembebasan lahan Tol Cisumdawu, dengan total awal Rp329 miliar. Sebanyak Rp130 miliar sebelumnya disita negara dalam perkara korupsi, menyisakan Rp190 miliar yang kini disengketakan antarpihak. 

Kontroversi memuncak karena dana dicairkan kepada Dadan Setiadi Megantara, yang berstatus terpidana korupsi terkait lahan yang sama.

“Kami mempertanyakan dasar hukum pencairan ini. Ini menyalahi prosedur dan merugikan pihak lain yang masih berperkara,” tegas Roni kepada wartawan di halaman PN Sumedang.

PengadilanSebelumnya, ahli waris pernah memasang bendera kuning di halaman pengadilan sebagai simbol duka. Mereka mengaku sudah dua kali meminta klarifikasi, tapi belum mendapat penjelasan resmi. 

“Kalau tidak ada masalah, kenapa pimpinan tidak jelaskan langsung” tanya Roni.

Sementara itu Wakil Ketua PN Sumedang, Saenal Akbar, menerima perwakilan massa untuk dialog. Ia berjanji menampung aspirasi dan membuka dokumen berita acara. 

“Kami koordinasikan dengan pimpinan. Mudah-mudahan Jumat (17/4/2026) bisa kami perlihatkan,” ujarnya.

Saenal juga menjelaskan ketidakhadiran Ketua PN Sumedang, Hera Polosia Destiny, karena sedang menghadiri kegiatan di Bandung. “Ini bukan alasan dibuat-buat,” tambahnya.