JABAR MEMANGGIL – Upaya penyelesaian persoalan sampah yang selama puluhan tahun membayangi wilayah Bandung Raya dan sekitarnya akhirnya menemukan titik terang. 

Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Permasalahan Persampahan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Minggu (5/4/2026) menghasilkan kesepakatan konkret untuk mengoptimalkan Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti.

Rakor dipimpin Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan dihadiri para kepala daerah seperti Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, Bupati Sumedang, Bupati Garut, Bupati Purwakarta, Bupati Cianjur, Wali Kota Bandung, serta Wali Kota Cimahi. 

Hadir pula Menteri Lingkungan Hidup RI dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup dari berbagai daerah.Fokus utama adalah optimalisasi TPPAS Sarimukti sebagai solusi regional untuk pengelolaan sampah lintas daerah. Gubernur KDM menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, khususnya Bupati Bandung sebagai tokoh utama.

“Terima kasih Pak Menteri Lingkungan Hidup, para kepala daerah. Hari ini kita sudah menyelesaikan problem yang puluhan tahun tidak kunjung tuntas, yaitu mengelola sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Kesepakatan mencakup pengolahan sampah terpusat di Sarimukti dengan kapasitas awal 3.700 ton per hari, yang bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan. 

Teknologi akan disesuaikan, terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk menghasilkan energi listrik.

“Target kita, tiga tahun ke depan persoalan sampah bisa selesai, sampah hilang dan masyarakat pun senang,” tambah KDM optimistis.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik langkah ini sebagai kolaborasi lintas daerah. “Ini momentum penting. Sinergi antar daerah dan dukungan pemerintah pusat menjadi kunci agar pengelolaan sampah ke depan lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Proyek ini diharapkan mengurangi beban lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi melalui energi terbarukan.