JABAR MEMANGGIL - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin membuka secara resmi Rapat Pleno Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut Tahun 2026 di Ballroom Hotel Santika Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler. Jum'at (7/3/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara peningkatan literasi keuangan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin mengapresiasi capaian ekonomi Kabupaten Garut yang menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,95 persen.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan investasi, perluasan akses layanan keuangan menjadi faktor penting untuk mendorong peningkatan belanja rumah tangga serta aktivitas transaksi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.


“Percepatan akses keuangan menjadi solusi untuk mendukung pengembangan UMKM, penguatan sektor ekonomi prioritas, dan pemberdayaan masyarakat melalui sinergi program TPAKD,” ujarnya.


Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menegaskan bahwa TPAKD harus berperan sebagai motor penggerak nyata dalam meningkatkan inklusi keuangan di daerah, bukan sekadar forum koordinasi.


Ia memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 yang menunjukkan tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Sementara berdasarkan indikator Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), tingkat inklusi keuangan tercatat sebesar 92,74 persen.


Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, menjelaskan bahwa program kerja TPAKD tahun 2026 disusun secara komprehensif dengan sejumlah fokus strategis.


Salah satu program unggulan mengusung tema “Inklusi Tanpa Batas Menabung Sejak Dini dengan Berinvestasi Hari Ini” melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Program ini menargetkan optimalisasi produk perbankan konvensional maupun syariah bagi sekitar 258 ribu pelajar di wilayah perkotaan maupun pedesaan selama empat triwulan secara berkelanjutan.
Selain menyasar pelajar, TPAKD Garut juga meluncurkan program Satu Disabilitas Satu Rekening sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi penyandang disabilitas. Program ini menargetkan tahap awal sebanyak 20 nasabah disabilitas yang akan mendapatkan pendampingan intensif.


TPAKD juga memperkenalkan Tabungan Emas sebagai salah satu instrumen investasi yang dinilai aman dan mudah dijangkau oleh masyarakat.


Program lainnya adalah Gema Digital atau Gerakan Masyarakat Sadar Layanan Perbankan Digital yang difokuskan pada peningkatan literasi serta pemanfaatan layanan keuangan berbasis digital di tengah masyarakat.

Rapat pleno ini turut dihadiri Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Eman Patria, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, serta perwakilan SKPD, perbankan, BUMD, jasa asuransi, dan sejumlah tamu undangan lainnya.