JABAR MEMANGGIL – Sebuah mobil angkutan umum (angkot) jurusan Cileunyi - Sumedang mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Jalan Raya Cikuda, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kamis (18/9/2026).
Insiden ini diduga terjadi akibat sopir yang mengemudikan kendaraannya secara ugal-ugalan saat membawa rombongan siswa SMPN 1 Tanjungsari.
Baca juga: Polres Sumedang Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama Agustus 2026, 13 Tersangka Diamankan
Detik-detik pasca-kecelakaan tersebut sempat terekam oleh video amatir warga di lokasi kejadian. Angkot yang ringsek tersebut diketahui mengangkut 17 orang siswa laki-laki yang hendak pulang usai menonton di Jatos Jatinangor.
Menurut kesaksian salah satu korban selamat, Wildan, siswa kelas 7A SMPN 1 Tanjungsari, mobil angkot yang mereka tumpangi sudah melaju dengan kecepatan tinggi sejak awal. Sopir juga sengaja mengemudikan kendaraan secara zig-zag atau oleng.
"Sopirnya ngebut terus oleng. Pas di belokan sini, tiba-tiba langsung terguling," ujar Wildan.
Wildan menjelaskan bahwa ia dan teman-temannya baru saja pulang dari Jatos (Jatinangor Town Square) setelah menonton bioskop. "Kami habis nonton bioskop, mau pulang ke rumah masing-masing," tambahnya.
Akibat insiden ini, mayoritas penumpang yang berada di dalam angkot mengalami luka-luka, terutama di bagian kepala karena benturan saat mobil terbalik.
Baca juga: Pecahkan Rekor Dunia, Menteri HAM Natalius Pigai Patahkan Hasil Survei Lembaga Lokal
Seluruh korban luka langsung dievakuasi warga dan petugas ke Puskesmas Jatinangor untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Wali Kelas 7A SMPN 1 Tanjungsari, Nia, membenarkan bahwa para siswa tersebut baru saja menghadiri acara perpisahan kakak kelas mereka di bioskop Jatos.
Nia menjelaskan bahwa rombongan siswa tersebut sebenarnya menggunakan dua armada angkot yang terpisah.
Baca juga: Polres Sumedang Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Sumedang Utara, Pelaku Ibu Kandung Eks TKW
Angkot 1 (Siswa Laki-laki): Mengangkut 17 siswa, mengalami kecelakaan hingga terguling.
Sedangkan angkot 2 (Siswa Perempuan): Melaju dengan aman dan tidak terlibat kecelakaan.
"Nah, angkot yang perempuan aman. Namun, angkot yang ditumpangi siswa laki-lakiterguling," ungkap Nia.
Editor : Husni Nursyaf