JABAR MEMANGGIL– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong seluruh kepala daerah di Indonesia untuk berinisiatif menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) selama perhelatan Piala Dunia. 

Langkah ini diharapkan mampu memicu perputaran ekonomi di tingkat daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wamendagri mengungkapkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar memberikan hiburan bagi masyarakat, melainkan ada target ekonomi besar yang ingin dicapai.

"ingin agar pendapatan asli daerah ini terus naik, ekonomi daerah berputar. Nah, salah satunya adalah bagaimana kepala daerah bisa menginisiasi nobar-nobar," ujarnya.

 

Menurut Wamendagri, selain menjadi wadah positif dan santai untuk menyatukan anak-anak muda, kegiatan nobar ini diyakini mampu menggairahkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi lokal di sekitar lokasi acara.

Ia menambahkan, antusiasme kepala daerah terhadap imbauan ini sangat positif. Hal tersebut terlihat dari laporan-laporan kegiatan yang masuk melalui grup komunikasi (WAG) para kepala daerah kepada Menteri Koordinator.

"Kami ada di WAG di mana para kepala daerah itu melaporkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan. Ini hal yang sederhana, tapi sangat bermakna," tambahnya.

Kemendagri menilai momentum olahraga besar seperti Piala Dunia memiliki potensi yang sama besarnya dengan kebijakan hari libur nasional dalam menggerakkan massa dan konsumsi masyarakat.

"Menurut catatan, kebijakan cuti bersama, long weekend, itu kan mendorong ekonomi, menyumbang pertumbuhan ekonomi. Dan kita berharap momentum Piala Dunia ini bukan saja nontonnya, tetapi ekonominya juga kita dorong," pungkasnya.

Hal tersebut dikatakan saat menghadiri kuliah umum di kampus IPDN Jatinangor Sumedang. Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ, yang ditujukan kepada kepala daerah.