JABAR MEMANGGIL -Pemerintah terus berkomitmen untuk mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang unggul guna menjawab tantangan pembangunan nasional di masa depan. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Kuliah Umum (Studium Generale) yang digelar di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kamis (18/6/2026).

Dalam pemaparannya, pemerintah menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah yang berkelanjutan serta berkeadilan untuk mengatasi disparitas yang masih terjadi saat ini. 

"Dalam kapisatas saya selaku menteri koordinator bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan saya tentu memiliki kepentingan untuk menjelaskan kepada para praja tentang visi misi dan program strategis yang sedang dijalankan terkait infrastruktur dan konektivitas antar wilayah" ucapnya.

Dirinya menambahkan Para praja IPDN yang nantinya akan bertugas  diharapkan dapat terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan di semua tingkatan dengan pemahaman yang utuh mengenai prioritas dan tantangan bangsa.

Pemerintah juga memberikan apresiasi khusus kepada para praja IPDN yang telah turun langsung selama berbulan-bulan membantu masyarakat di daerah bencana, salah satunya saat penanganan dampak siklon tropis di Aceh Tamiang yang mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor.

Dalam penanggulangan bencana, pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama adalah keselamatan warga melalui evakuasi. Secara paralel, pemerintah melalui kementerian teknis seperti Kementerian PU, Kementerian Perumahan, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Perhubungan.

"terus bersinergi untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan hunian warga" tambahnya.

Netralitas Politik dan Penempatan Diri ASN Selain kesiapan fisik dan kompetensi, para calon ASN juga dititipkan pesan penting mengenai kedewasaan berpolitik. Mengingat dinamika politik yang ada.

para praja diharapkan mampu memahami situasi dan menempatkan diri secara bijak tanpa mengesampingkan kewajiban utama mereka sebagai pelayan publik yang netral.

Pada kuliah umum ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta Rektor IPDN Halilul Khairi, seluruh civitas akademik dan praja.