JABAR MEMANGGIL— Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menghadiri diskusi bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dan jajaran Pemprov Jabar di Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Jumat (12/6/2026). 

Pertemuan membahas rencana piloting program terpadu berbasis data untuk menangani kemiskinan, pengangguran, dan persoalan kesehatan.

Tuti menjelaskan Desa Cijeler dipilih karena dinilai layak menjadi model pengembangan kesejahteraan masyarakat yang terintegrasi antar sektor. 

“Desa Cijeler dipilih sebagai piloting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dari berbagai sektor pembangunan. Harapannya, model ini dapat menjadi contoh yang nantinya direplikasi ke wilayah lain di Kabupaten Sumedang,” kata Tuti.

Menurut Tuti, implementasi program membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai data masyarakat secara akurat dan terstruktur, meliputi data kemiskinan (desil 1–5), anak putus sekolah, angka pengangguran, dan data kesehatan. Seluruh data akan dipetakan dalam satu platform digital yang terintegrasi antara Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang.

“Pemprov Jawa Barat memiliki platform Satu Data Jabar (SADa Jabar), sementara Sumedang memiliki platform Desa Cantik. Ke depan keduanya akan diintegrasikan melalui interoperabilitas data sehingga data by name by address dapat terlihat secara jelas, termasuk bentuk intervensi yang harus dilakukan kepada masing-masing sasaran,” jelasnya.

Pemprov menargetkan proses penyelarasan dan pemutakhiran data selesai pada Juni 2026, sehingga intervensi program dapat dimulai pada Juli 2026 berdasarkan data valid dan terukur. 

Tuti menambahkan bahwa dalam tiga bulan ke depan model di Desa Cijeler akan direplikasi ke seluruh desa di Kecamatan Situraja, kemudian diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Program ini mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemprov Jabar, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, dan kepala perangkat daerah provinsi lainnya. Sebagai bagian dari bantuan pengembangan peternakan, pada kegiatan tersebut disalurkan 500 ekor ayam Sentul bagi masyarakat Desa Cijeler.

sebelumnya sudah diserahkan 500 bibit ayam Sentul.Tuti menegaskan komitmen Pemkab Sumedang untuk menyinergikan program lintas sektoral dari BLK, dinas peternakan, pertanian, perencanaan, hingga pemberdayaan masyarakat desa. Dia juga menyebutkan evaluasi telah dilakukan terhadap seluruh kepala desa, lurah, camat, dan kepala perangkat daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem digital yang sudah dibangun.

“Digitalisasi merupakan modal dasar yang sangat penting, namun yang lebih utama adalah komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memberdayakan masyarakat dan memastikan program berjalan secara nyata,” kata Tuti. 

Ia menambahkan Sumedang dikenal sebagai salah satu daerah terdepan dalam layanan publik berbasis digital nasional, namun masih perlu meningkatkan cakupan layanan dan literasi digital bagi sekitar 1,2 juta penduduknya.

Dengan data yang akurat dan komprehensif, Tuti berharap pelaksanaan program menjadi lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat sehingga indikator makro pembangunan khususnya angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan secara signifikan.