JABAR MEMANGGIL– Bupati Abdusy Syakur Amin membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia sekaligus mengukuhkan Pengurus Komisi MUI Kabupaten Garut masa khidmat 2025–2030 di Pendopo Garut. Selasa (14/4/2026).
Dalam forum yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kemenag, Baznas, hingga pimpinan ormas Islam itu, Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi menjadi ancaman serius terhadap moral masyarakat, terutama generasi muda. Informasi yang beredar cepat, kata dia, tidak selalu membawa nilai kebaikan.
“Bukan hanya membawa dakwah, tetapi juga banyak hal yang menimbulkan kemudharatan. Ini berdampak pada akhlak dan pola hidup anak-anak kita,” ungkao Syakur.
Ia meminta jajaran MUI dari tingkat kabupaten hingga desa aktif berkolaborasi dengan kepala desa, camat, serta aparat keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas guna menjaga stabilitas sosial di Garut.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Rd. Amin Muhyiddin Maolani menegaskan pengukuhan pengurus baru bukan sekadar formalitas, tetapi momentum memperkuat kerja nyata organisasi.
Ia menegaskan peran MUI sebagai pelayan umat, mitra strategis pemerintah, sekaligus penjaga masyarakat dari berbagai isu menyesatkan, baik dalam persoalan keagamaan maupun sosial.
Selain itu, Amin juga menekankan pentingnya toleransi dan persatuan sebagai wujud Islam yang rahmatan lil alamin.
“Semoga pengukuhan ini menjadi ruang pengabdian yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” katanya
Editor : Husni Nursyaf