JABAR MEMANGGIL– Menjelang musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat menggelar bimbingan manasik haji terintegrasi bagi ratusan calon jemaah, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut itu menjadi bagian dari persiapan akhir untuk memastikan para calon jemaah siap menunaikan ibadah di Tanah Suci, baik secara fisik, mental, maupun pemahaman tata cara ibadah.
Ratusan calon jemaah asal Garut mengikuti rangkaian manasik dengan khidmat. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai rukun dan wajib haji, alur perjalanan, hingga layanan yang akan diterima selama di Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan kesiapan penyelenggaraan haji di Jawa Barat saat ini telah memasuki tahap optimal.
Menurut dia, sebanyak 29.643 calon jemaah haji dari berbagai daerah di Jawa Barat dipastikan siap diberangkatkan tahun ini, baik dari sisi administrasi, dokumen perjalanan, maupun dukungan layanan.Boy menambahkan, tahun ini Jawa Barat juga mengalami penyesuaian kuota haji hingga sekitar 9.000 jemaah tambahan.
"Proses pemberangkatan akan dilakukan melalui dua embarkasi utama, yakni Bekasi dan Indramayu.
Melalui kegiatan manasik ini, pemerintah berharap seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan"pungkasnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Garut, H Indra Azwar Mawardi, menjelaskan bahwa jemaah asal Garut hanya mengisi sebagian dari kuota dalam kloter tersebut.
“Jemaah haji asal Garut berjumlah 174 orang. Karena jumlahnya tidak penuh satu kloter, maka kita bergabung dalam Kloter 22 bersama jemaah dari Kota Bandung dan Cimahi. Total dalam kloter ini sebanyak 445 orang,” ungkap Indra.
Ia menambahkan, untuk proses pemberangkatan dari Garut telah dipersiapkan enam unit bus utama serta tujuh bus cadangan guna mengantisipasi kebutuhan tambahan dan memastikan kelancaran perjalanan menuju embarkasi.
Editor : Husni Nursyaf