JABAR MEMANGGIL -Di tengah suasana Ramadhan yang mulai menghangatkan kebersamaan, sekelompok warga dan pegiat lingkungan berkumpul di kawasan Harum Madu, Kampung Neglasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Rabu (4/3/2026), mereka menanam pohon, berbagi takjil, dan meneguhkan komitmen menjaga alam.
Momentum itu menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Hadir di tengah kegiatan, Camat Bayongbong Jeje J. Abidin ikut menyapa warga sekaligus terlibat langsung dalam aksi simbolik penanaman pohon.
Bagi Jeje, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret yang melibatkan masyarakat.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Dimulai dari hal sederhana, seperti menanam pohon dan mengelola sampah dengan bijak,” ujarnya di sela kegiatan.
Aksi lingkungan ini merupakan hasil kolaborasi Relawan Antisipasi Solidaritas Bencana (Rentan) Kabupaten Garut bersama Sekolah Sungai Cimanuk. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Rentan Kecamatan Bayongbong, menandai penguatan peran komunitas hingga tingkat kecamatan.
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khadafi, menilai kegiatan ini sebagai bentuk edukasi lingkungan sekaligus mitigasi bencana berbasis masyarakat.
“Lingkungan yang terjaga adalah benteng pertama menghadapi bencana. Gerakan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif,” tuturnya.
Tak hanya soal lingkungan, sentuhan sosial juga terasa kuat. Menjelang waktu berbuka, relawan membagikan takjil kepada warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas. Senyum penerima takjil menjadi penutup hangat dari rangkaian kegiatan hari itu.
Di Neglasari, HPSN 2026 bukan sekadar peringatan tahunan. Ia menjelma menjadi ruang bertemu antara kepedulian, kolaborasi, dan harapan bahwa dari satu bibit yang ditanam hari ini, masa depan lingkungan Garut dapat tumbuh lebih lestari.
Editor : Husni Nursyaf