KKN Unpad di Sumedang, 3.382 Mahasiswa  Fokus Penanganan Kemiskinan dan Sampah

jabar.memanggil.co
Pelepasan KKN Mahasiswa UNPAD di halaman gedung rektorat UNPAD Jatinangor Sumedang.

JABAR MEMANGGIL - Sebanyak 3.382 mahasiswa Unpad yang didampingi 200 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan melaksanakan KKNM di dua kabupaten, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Khusus di Kabupaten Sumedang, para mahasiswa akan ditempatkan di 46 desa yang tersebar di 16 kecamatan dengan waktu pelaksanaan mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026.

Pemkab Sumedang menyambut baik kehadiran mahasiswa Unpad dan menilai KKNM ini telah direncanakan secara matang serta selaras dengan arah pembangunan daerah.

Baca juga: Polres Sumedang Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama Agustus 2026, 13 Tersangka Diamankan

“Unpad telah merencanakan KKN ini dengan sangat baik. Saya yakin KKNM ini akan bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Ini sejalan dengan program pembangunan Kabupaten Sumedang yang mengedepankan orkestrasi pentahelix,” ujar Bupati Dony Ahmad Munir saat menghadiri pelepasan KKNM di Universitas Padjadjaran, Jum'at (9/1/2026).

Menurut Bupati, kehadiran mahasiswa Unpad menjadi energi baru dari unsur akademisi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata dan aplikatif terhadap persoalan daerah, terutama kemiskinan dan persampahan.

“Mahasiswa yang datang ke Sumedang diharapkan menjadi wahana solutif dan aplikatif untuk membantu menyelesaikan persoalan kemiskinan dan persampahan,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Sumedang sangat siap melakukan pendampingan selama pelaksanaan KKNM, termasuk dalam penyediaan data serta pengawalan program agar benar-benar berhasil guna dan berdaya guna.

Baca juga: KH Said Aqil Siradj Dukung Gus Rozin Jelang Muktamar NU, Tiga Agenda Besar Jadi Sorotan: Pesantren, Jam'iyyah dan Negara

“Kuncinya adalah data. Kami akan menyiapkan data yang dibutuhkan, karena data yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik,” katanya.

Sementara itu Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Ia menyebutkan bahwa sinergi tersebut menjadi kunci dalam menuntaskan persoalan sampah dan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.

"Pemerintah daerah harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi sehingga persoalan daerah bisa kita tuntaskan", katanya. 

Baca juga: Bukan Sekadar Soal Dukungan, KH Said Aqil Siradj dan Gus Rozin Punya Titik Temu soal Masa Depan NU

Rektor Unpad Prof. dr. Arief menyampaikan bahwa KKNM Unpad tahun ini mengusung dua tema besar, yaitu penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah menuju ekonomi hijau, dengan pendekatan pembelajaran kolaboratif berbasis penyelesaian masalah di masyarakat.

Melalui KKNM Unpad ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap terbangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Husni Nursyaf

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru