JABAR MEMANGGIL– Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) berhasil meraih pembiayaan dari Kementerian Pendidikan Taiwan. Minggu (12/4/2026).

Mereka akan mengikuti Taiwan Experience Education Program (TEEP) di Yuan Ze University (YZU), Taiwan.Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Kayleen Gabriela, Jennifer Angel Gala, dan Valencia Catheryn Wilianto. 

Mereka dipilih untuk program riset dan magang yang dirancang untuk mengasah kompetensi global di bidang teknik industri.

Program TEEP merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Taiwan yang membuka peluang bagi mahasiswa internasional. Peserta bisa bergabung dalam proyek penelitian di laboratorium, berkolaborasi dengan profesor, serta menerima uang saku sekitar NT$15.000 per bulan (sekitar Rp7,5 juta).

Keberhasilan ini merupakan bagian dari program kerja YZUxAJCUI Collaboration Center, lembaga yang didirikan pada 2024 untuk memperkuat sinergi antara Yuan Ze University dan Unika Atma Jaya. 

Lembaga ini juga berperan sebagai perwakilan resmi YZU di Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan universitas lokal.Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak.

Direktur Eksekutif YZUxAJCUI Collaboration Center, Ir. Yanto  menyatakan bahwa pencapaian ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk koordinasi dengan YZU dan bimbingan dari Ketua Program Studi Teknik Industri.

"Kami sangat bangga mendukung partisipasi mahasiswa Unika Atma Jaya dalam TEEP. Sebagai jembatan kolaborasi, kami berkomitmen memastikan kelancaran dari persiapan hingga pelaksanaan di Taiwan. Pengalaman ini diharapkan membawa manfaat akademik sekaligus memperkuat hubungan internasional berkelanjutan," ujar Yanto, yang juga lulusan doktoral dari universitas di Taiwan.

Partisipasi ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan dan kolaborasi global di Unika Atma Jaya. Universitas terus mendorong mahasiswa aktif dalam program internasional untuk mencetak lulusan kompeten dan berdaya saing.

Sebagai penutup, Yanto menambahkan, "Kami undang pimpinan universitas lain di Indonesia memanfaatkan TEEP. Hanya segelintir kampus yang telah bergabung. Kami siap bantu persiapan dan pendampingan." Tutupnya.