JABAR MEMANGGIL- Di tengah deretan hunian di Komplek Perumahan Arya Green Residence, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, hadir sebuah ruang hijau yang menjadi simbol harapan bagi ketahanan pangan keluarga. Kawasan yang dikenal sebagai MASJO HARMONY FARM ini merupakan gagasan inovatif pasangan suami istri Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian, Mas Darmawan dan Virginia Adhyaksa Vera.
Virginia menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari dorongan untuk menerapkan konsep pertanian terintegrasi di lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif.
“Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa swasembada dan kemandirian pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong pembangunan kemandirian pangan, tidak hanya dalam skala besar, tetapi dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga,” ujar Virginia, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, semangat tersebut mendorong mereka untuk memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah menjadi sumber pangan mandiri. “Dari situlah kami berinovasi dan menghadirkan MASJO HARMONY FARM sebagai solusi pemanfaatan lahan marginal,” tuturnya.
Tidak hanya berfungsi sebagai area produksi, MASJO HARMONY FARM juga dikembangkan sebagai pusat edukasi berbasis komunitas. Anak-anak diperkenalkan pada praktik pertanian melalui kegiatan interaktif, sehingga tumbuh kesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan serta pentingnya pangan sejak usia dini.
Selain itu, tersedia saung terbuka yang dimanfaatkan sebagai ruang diskusi warga. Tempat ini menjadi wadah bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, serta menumbuhkan semangat bertani di lingkungan sekitar.
Melalui inovasi dan konsistensi, lahan pekarangan yang semula terbengkalai kini berkembang menjadi sistem pertanian terpadu. Berbagai komoditas seperti sayuran, tanaman hortikultura, ternak ayam, hingga budidaya pendukung lainnya dikelola secara selaras.
“Hasilnya tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan harian keluarga secara mandiri. Bahkan, sebagian hasil panen dapat dijual sehingga menambah pendapatan,” ungkap Virginia.
Ia menilai, inisiatif ini mencerminkan peran ASN Kementerian Pertanian sebagai agen perubahan yang adaptif dan solutif. Tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui aksi langsung.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri terus menegaskan pentingnya membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) menjadi salah satu strategi utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Sejalan dengan hal tersebut, MASJO HARMONY FARM hadir sebagai contoh inspiratif bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan, melainkan peluang yang dapat diolah secara kreatif. Gerakan ini pun mulai menginspirasi warga sekitar untuk ikut memanfaatkan pekarangan mereka.
“Dari Tajur Halang, Bogor, muncul pesan sederhana namun kuat: ketahanan pangan dimulai dari rumah. MASJO HARMONY FARM menunjukkan bahwa harmoni antara manusia, alam, dan pangan dapat terwujud dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” pungkas Virginia