JABAR MEMANGGIL-Pemerintah Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug) menggelar Yudisium dan Wisuda Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (12/2) di Gedung Serba Guna. Kegiatan bertema “Empowering Indonesian Aviation Talents” ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia penerbangan Indonesia.
Sebanyak 105 lulusan dari program studi Teknik Navigasi Udara, Teknik Pesawat Udara, Lalu Lintas Udara, dan Teknik Listrik Bandara resmi dikukuhkan. Program RPL merupakan pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya yang disetarakan dengan pendidikan vokasi. Dari jumlah tersebut, 85 lulusan meraih predikat pujian, serta empat lulusan terbaik menerima penghargaan akademik.
Direktur PPI Curug, Megi H. Helmiadi, menegaskan komitmen kampus dalam menjaga mutu pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri penerbangan.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara, M. Abrar Tuntalanai, menyatakan bahwa program ini merupakan pengakuan negara terhadap kompetensi tenaga penerbangan.
“Melalui Program RPL, pengalaman kerja dipadukan dengan penguatan akademik sehingga menghasilkan SDM penerbangan yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri,” ujarnya.
Orasi ilmiah disampaikan Cris Kuntadi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya kompetensi dan pola pikir berkembang.
“Para wisudawan merupakan gambaran tenaga kerja Indonesia yang unggul secara teknis, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan penyerahan lulusan kepada Ikatan Alumni Curug. Para lulusan berkomitmen mengamalkan ilmu dan kompetensi untuk mendukung keselamatan penerbangan dan pembangunan nasional.