KDM Siapkan Knalpot Pengganti untuk Penertiban Knalpot Brong, Anggarannya dari APBD dan CSR

jabar.memanggil.co
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita,  usai kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru di lapangan Jati Unpad Jatinangor Sumedang .

JABAR MEMANGGIL - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan langkah teknis untuk menertibkan penggunaan knalpot brong pada kendaraan bermotor dengan menyediakan knalpot standar pengganti di pos-pos satuan lalu lintas.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan rencana teknis pengadaan knalpot pengganti akan dirumuskan pada pertengahan Agustus. 

Baca juga: Polres Sumedang Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama Agustus 2026, 13 Tersangka Diamankan

Menurutnya, knalpot pengganti tersebut akan ditempatkan di pos-pos polisi lalu lintas untuk digunakan sebagai solusi sementara saat penertiban berlangsung.

"Knalpot brong nanti pertengahan Agustus saya mulai merumuskan teknisnya, agar di pos-pos satuan lalu lintas nanti ada knalpot yang bisa menjadi knalpot pengganti," ujar Dedi Mulyadi saat memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (10/8/2026).

Baca juga: KH Said Aqil Siradj Dukung Gus Rozin Jelang Muktamar NU, Tiga Agenda Besar Jadi Sorotan: Pesantren, Jam'iyyah dan Negara

Gubernur menjelaskan bahwa pengadaan knalpot pengganti akan bersumber dari anggaran provinsi dan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. 

Harga satuan knalpot pengganti diperkirakan berada di kisaran Rp300.000. Ia menegaskan pengadaan ini bukan untuk mengganti semua knalpot pada seluruh kendaraan, melainkan solusi jangka pendek selama operasi penertiban berlangsung.

Baca juga: Bukan Sekadar Soal Dukungan, KH Said Aqil Siradj dan Gus Rozin Punya Titik Temu soal Masa Depan NU

Rencana ini muncul menyusul maraknya penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan dan gangguan ketertiban umum. 

Dengan menyediakan knalpot standar di pos-pos lalu lintas, Pemprov Jabar berharap proses penertiban dapat berjalan lebih efektif tanpa membebani pemilik kendaraan secara langsung.

Editor : Husni Nursyaf

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru