JABAR MEMANGGIL– Banjir bandang melanda Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, dua kali berturut-turut pada Kamis dan Jumat kemarin. Curah hujan tinggi memicu Sungai Cibolang meluap, merendam puluhan rumah warga hingga ketinggian 1,5 meter.
Luapan air deras tak hanya menggenangi permukiman, tapi juga merusak sejumlah rumah. Tercatat 35 rumah terdampak, dengan 10 di antaranya rusak parah akibat terjangan banjir. Banyak barang berharga warga hanyut terbawa arus, sementara kebutuhan dasar menjadi prioritas mendesak pascabencana.
Baca juga: Polres Sumedang Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama Agustus 2026, 13 Tersangka Diamankan
Polres Cianjur dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur langsung bergerak. Mereka menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan ke lokasi.Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, menyatakan tim medis sudah diterjunkan.
“Tim tenaga kesehatan langsung melakukan pemeriksaan, karena ada sejumlah warga yang mengeluhkan sakit yang diduga sebagai dampak dari banjir,” ujarnya.
Langkah ini bertujuan mencegah kondisi kesehatan memburuk. “Kami ingin memastikan warga tetap dalam kondisi sehat dan kuat pascabencana,” tambahnya.
Baca juga: Polres Sumedang Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Sumedang Utara, Pelaku Ibu Kandung Eks TKW
Polres juga membagikan logistik untuk kebutuhan dasar. Pemerintah desa setempat mendirikan dapur umum menyediakan makanan bagi korban.
Sementara itu, Ketua PMI Cianjur, Ahmad Fikri, mengirim relawan untuk bersih-bersih. “Relawan PMI mulai melakukan pembersihan di titik-titik yang airnya sudah surut, agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing,” katanya.
Baca juga: Polres Sumedang Ungkap Kasus Penganiayaan Berujung Maut, 8 Tersangka Ditangkap di Jakarta
PMI turut menyediakan bantuan logistik tambahan.Untuk jangka panjang, Polres Cianjur akan koordinasi dengan pemerintah daerah guna normalisasi Sungai Cibolang. Pendangkalan sungai diduga picu banjir.
“Ke depan, kami akan berkoordinasi untuk melakukan pengerukan sungai agar kejadian serupa dapat diminimalisir,” pungkas Kapolres.(Muchlis Bachtiar)
Editor : Husni Nursyaf