JABAR MEMANGGIL– Konflik memanas di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta AS-Israel berdampak langsung pada kenaikan harga kedelai impor di Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Distributor kedelai di Sumedang mencatat harga melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp11.000 per kilogram.
Baca juga: Pemkab Sumedang Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha 1447 H, Ribuan Warga Antre
Santi Sukmawati, pemilik distributor kedelai di Sumedang, mengungkapkan imbasnya terasa banget pada bahan baku tahu dan tempe.
"Kenaikan mencapai 20 persen, tepat di awal bulan puasa ini," katanya Selasa (7/4/2026).
Meski stok kedelai masih aman, permintaan justru menurun drastis.
Baca juga: Persib di Ambang Sejarah Hatrick Juara Gubernur Jabar Minta Bobotoh Tahan Diri
"Biasanya sehari keluar 10 ton, sekarang hanya 6-8 ton karena pembeli mengurangi jumlah pembelian," tambah Santi.
Kedelai impor tersebut bersumber dari Amerika dengan lima jenis varian, disuplai khusus untuk pengusaha tahu di seluruh Sumedang.
Selain itu, pasokan juga dikirim ke Kabupaten Subang, Majalengka, Cirebon, dan Kuningan.
Baca juga: Polda Jabar Kerahkan Seluruh Personel untuk Amankan Laga Persib vs Persijap di GBLA
Kenaikan ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah, yang memengaruhi harga komoditas kedelai dunia.
Editor : Husni Nursyaf