Lonjakan Harga Kedelai Impor di Sumedang Capai 22% Akibat Konflik Timur Tengah

jabar.memanggil.co
Santi Sukmawati salah satu Distributor kacang kedelai di Sumedang

JABAR MEMANGGIL– Konflik memanas di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta AS-Israel berdampak langsung pada kenaikan harga kedelai impor di Indonesia, termasuk Jawa Barat. 

Distributor kedelai di Sumedang mencatat harga melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp11.000 per kilogram.

Baca juga: Polres Sumedang Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama Agustus 2026, 13 Tersangka Diamankan

Santi Sukmawati, pemilik distributor kedelai di Sumedang, mengungkapkan imbasnya terasa banget pada bahan baku tahu dan tempe. 

"Kenaikan mencapai 20 persen, tepat di awal bulan puasa ini," katanya Selasa (7/4/2026).

Meski stok kedelai masih aman, permintaan justru menurun drastis. 

Baca juga: KH Said Aqil Siradj Dukung Gus Rozin Jelang Muktamar NU, Tiga Agenda Besar Jadi Sorotan: Pesantren, Jam'iyyah dan Negara

"Biasanya sehari keluar 10 ton, sekarang hanya 6-8 ton karena pembeli mengurangi jumlah pembelian," tambah Santi.

Kedelai impor tersebut bersumber dari Amerika dengan lima jenis varian, disuplai khusus untuk pengusaha tahu di seluruh Sumedang. 

Selain itu, pasokan juga dikirim ke Kabupaten Subang, Majalengka, Cirebon, dan Kuningan.

Baca juga: Bukan Sekadar Soal Dukungan, KH Said Aqil Siradj dan Gus Rozin Punya Titik Temu soal Masa Depan NU

Kenaikan ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah, yang memengaruhi harga komoditas kedelai dunia. 

 

Editor : Husni Nursyaf

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru