Lonjakan Harga Kedelai Impor di Sumedang Capai 22% Akibat Konflik Timur Tengah

jabar.memanggil.co
Santi Sukmawati salah satu Distributor kacang kedelai di Sumedang

JABAR MEMANGGIL– Konflik memanas di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta AS-Israel berdampak langsung pada kenaikan harga kedelai impor di Indonesia, termasuk Jawa Barat. 

Distributor kedelai di Sumedang mencatat harga melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp11.000 per kilogram.

Baca juga: Titik Terang Pengelolaan Sampah Bandung Raya, TPPAS Sarimukti Jadi Pusat Pengolahan 3.700 Ton/Hari

Santi Sukmawati, pemilik distributor kedelai di Sumedang, mengungkapkan imbasnya terasa banget pada bahan baku tahu dan tempe. 

"Kenaikan mencapai 20 persen, tepat di awal bulan puasa ini," katanya Selasa (7/4/2026).

Meski stok kedelai masih aman, permintaan justru menurun drastis. 

Baca juga: Penutupan Latsar CPNS 2026, Bupati Garut Tegaskan ASN Harus Melayani, Bukan Dilayani

"Biasanya sehari keluar 10 ton, sekarang hanya 6-8 ton karena pembeli mengurangi jumlah pembelian," tambah Santi.

Kedelai impor tersebut bersumber dari Amerika dengan lima jenis varian, disuplai khusus untuk pengusaha tahu di seluruh Sumedang. 

Selain itu, pasokan juga dikirim ke Kabupaten Subang, Majalengka, Cirebon, dan Kuningan.

Baca juga: Garut Siap Gelar Kejurda Voli U-18 Jabar 2026, Venue Dinyatakan Layak

Kenaikan ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah, yang memengaruhi harga komoditas kedelai dunia. 

 

Editor : Husni Nursyaf

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru