JABAR MEMANGGIL -Pemerintah Kabupaten Garut terus mendorong penguatan inklusi keuangan syariah sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas akses layanan keuangan yang berkeadilan serta berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, saat menghadiri kegiatan School of Syariah dan Implementasi Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut, Kecamatan Tarogong Kidul.

Menurut Nurdin, Garut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat. Potensi tersebut ditopang sektor pertanian, pertumbuhan UMKM, serta keberadaan pondok pesantren dan komunitas keagamaan yang memiliki basis kuat dalam pengembangan ekonomi umat.

Ia menilai, perluasan akses layanan keuangan formal hingga tingkat desa melalui pengembangan agen Laku Pandai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi sekaligus memperluas jangkauan layanan perbankan syariah kepada masyarakat.

"Basis agama di Kabupaten Garut sangat kuat. Ini menjadi pintu masuk untuk memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan usahanya," ujar Nurdin.

Sementara itu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ismail Riyadi, mengatakan Program EPIKS merupakan kolaborasi OJK dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk membangun pusat-pusat keuangan syariah berbasis ekosistem, seperti pondok pesantren, desa, hingga perguruan tinggi.

Menurut Ismail, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai dalam mengelola keuangan sehingga dapat mendorong perubahan perilaku keuangan yang lebih baik.

Di sisi lain, Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim, mengungkapkan Persatuan Islam memiliki potensi ekonomi yang besar dengan jaringan organisasi yang telah tersebar di 26 provinsi serta didukung lebih dari 500 lembaga pendidikan dan jutaan anggota aktif.

Ketua PD Persis Kabupaten Garut, Ustadz Gun Gun Abdul Basit, menambahkan bahwa penguatan sektor ekonomi menjadi salah satu fokus organisasi selain pendidikan dan dakwah. Menurutnya, aktivitas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat maupun aktivitas organisasi Persis.

Melalui program EPIKS, kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan organisasi keagamaan diharapkan mampu memperluas literasi serta akses keuangan syariah sehingga dapat memperkuat perekonomian masyarakat berbasis prinsip syariah.