Bupati Sumedang Ikut Rakor dengan Menteri PKP: BSPS Jadi Senjata Ampuh Lawan Kemiskinan

jabar.memanggil.co
Bupati Sumedang Usai Rakor  bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Selasa (31/3/2026).  (Foto: humas Pemkab Sumedang)

JABAR MEMANGGIL– Bupati Sumedang  Dony Ahmad Munir hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Jakarta, Selasa (31/3/2026). 

Pertemuan ini membahas percepatan program perumahan rakyat, termasuk Bedah Rumah dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Baca juga: Dies Natalis IPDN ke-70: Mendagri Tito Karnavian Dorong Inovasi Menuju World Class

BSPS Sumedang: Bukan Hanya Rumah, Tapi Mandiri Ekonomi

Bupati Dony menekankan bahwa program BSPS di Sumedang melampaui sekadar perbaikan rumah tidak layak huni. 

Program ini menjadi strategi terpadu untuk mengentaskan kemiskinan.“Program ini bukan sekadar membangun rumah. Masyarakat yang mendapatkan bantuan juga didorong untuk mandiri, bahkan diberikan modal usaha. Layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, BPJS, hingga ketenagakerjaan turut dipastikan terpenuhi,” ujarnya.

Pendekatan ini disebutnya sebagai solusi menyeluruh. “Sekali dayung, banyak persoalan terselesaikan. Inilah yang sedang kami dorong di Sumedang,” tambah Bupati Dony

Program Nasional Bedah Rumah Resmi Diluncurkan 13 April

Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan meluncurkan program Bedah Rumah secara nasional pada 13 April mendatang. 

Jawa Barat termasuk wilayah prioritas.“Program ini adalah arahan langsung Presiden untuk memastikan rumah tidak layak huni menjadi layak huni. 

Baca juga: Bupati Sumedang Antar Langsung Fikri (6) ke Sekolah Rakyat, Dari Pemulung Sampah ke Bangku Pendidikan

Seluruh kabupaten/kota di Indonesia akan mendapatkan manfaatnya,” jelasnya.Pemerintah juga menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan untuk UMKM, kontraktor, dan toko bangunan. 

Dengan bunga rendah sekitar 0,5 persen dan tanpa agunan untuk plafon tertentu, penyaluran KUR dalam tiga bulan terakhir sudah mencapai Rp10 triliun. 

“Ini menunjukkan program ini mampu menggerakkan ekonomi secara nyata,” kata Menteri Sirait.

Selain itu, percepatan pembangunan rumah susun didorong di kawasan strategis seperti Bekasi dan Depok untuk mengatasi backlog perumahan perkotaan.

Baca juga: Dua Lansia Kakak Beradik Terluka, Dapur Rumah Ambruk Akibat Hujan Deras di Sumedang

Gubernur Dedi: Aplikasi Digital Permudah Usulan Bantuan

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kemudahan akses masyarakat terhadap bantuan perumahan. Ke depan, aplikasi digital akan diluncurkan agar masyarakat bisa langsung mengusulkan rumah tidak layak huni.

“Siapa pun bisa melaporkan, baik pemilik rumah, tetangga, maupun masyarakat umum. Nanti akan diverifikasi sesuai kriteria. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berbasis data dari masyarakat langsung,” ungkapnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dari sekitar 45 ribu unit rumah yang diperbaiki tahun sebelumnya menjadi 400 ribu unit secara nasional tahun ini.

Editor : Husni Nursyaf

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru