JABAR MEMANGGIL -Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Ramadan Festival di Garut Plaza sebagai strategi menggerakkan kembali daya beli masyarakat dan memperkuat perputaran ekonomi lokal selama bulan suci Ramadan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan, Ramadan Festival dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen ekonomi untuk mengonsolidasikan aktivitas perdagangan, jasa, dan layanan publik dalam satu pusat kegiatan ekonomi rakyat.
“Momentum Ramadan harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu kami kolaborasikan pemerintah daerah, pengelola pasar, BUMD, dan komunitas kreatif agar aktivitas ekonomi terkonsentrasi dan tumbuh,” ujar Syakur usai rapat koordinasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Garut.
Melalui konsep pasar Ramadan terpadu, masyarakat didorong berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengakses berbagai layanan publik seperti cek kesehatan gratis, gerakan pangan murah, layanan Samsat, hingga pembuatan KTP oleh Disdukcapil. Pola ini diharapkan meningkatkan frekuensi kunjungan dan lama tinggal pengunjung, yang berdampak langsung pada omzet pedagang.
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut Dedy Mulyadi menjelaskan, Pemkab Garut menyiapkan hingga 500 lapak di lantai dua Garut Plaza bagi pedagang musiman. Saat ini, 100 lapak telah terisi, dengan potensi serapan tenaga kerja temporer selama Ramadan.
“Kegiatan ini kami arahkan agar ekonomi tetap bergerak tanpa mengganggu lalu lintas dan ketertiban kota. Pedagang bisa berusaha dengan nyaman, masyarakat berbelanja dengan aman,” kata Dedy.
Selain pasar murah, rangkaian kegiatan seperti Festival Bedug dan pergelaran busana muslim turut dirancang untuk menciptakan daya tarik tambahan (event-driven economy), sehingga belanja masyarakat tidak hanya bersifat kebutuhan, tetapi juga rekreasi keluarga.
Dari sisi pelaku usaha, Ketua Koperasi Pedagang Hebat pengelola Garut Plaza Wawan Karnawan menyebut, geliat ekonomi di Garut Plaza mulai menunjukkan tren positif. Aktivitas perdagangan tercatat meningkat sekitar 10 persen dibanding periode sebelumnya.
“Kami optimistis dengan Ramadan Festival ini kunjungan bisa meningkat lebih dari 50 persen. Dampaknya bukan hanya ke pedagang, tetapi ke rantai pasok lokal dan UMKM pendukung,” ujarnya.
Pemkab Garut menilai konsolidasi aktivitas perdagangan di satu lokasi juga berkontribusi terhadap efisiensi distribusi dan stabilisasi harga, sekaligus menjadi edukasi ekonomi agar aktivitas jual beli berlangsung di ruang yang tertata.
Pendaftaran lapak bagi pedagang masih dibuka melalui Disperindag ESDM Garut atau pengelola Koperasi Garut Plaza.