JABAR MEMANGGIL -Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa Kementerian HAM Republik Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih penghargaan dan memecahkan rekor dunia dari Guinness World Records. Jum'at (21/8/2026).
Rekor tersebut diraih atas capaian penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan HAM secara masif dengan jumlah peserta terbanyak.
"Hari ini, tanggal 21 Agustus 2026, inilah satu-satunya kementerian yang mendapat penghargaan dan pemecahan rekor dunia dalam melaksanakan tugas utamanya," ucapnya.
Pigai menjelaskan bahwa rekor dunia ini sebelumnya dipegang oleh pihak Kepolisian Ecuador dengan keterlibatan sekitar 1.700 peserta. Namun, pencapaian tersebut kini berhasil dilampaui oleh Kementerian HAM RI melalui berbagai rangkaian sosialisasi di tanah air.
Capaian Peserta Sosialisasi HAM di Berbagai DaerahSeperti fii Kalimantan Barat Hampir 6.000 peserta dalam satu kali sosialisasi, Mandailing Natal 6.000 peserta, Universitas Negeri Gorontalo: 5.000 peserta, Nusa Tenggara Timur 4.700 peserta dari 16–17 universitas.
Penyelenggaraan pendidikan HAM ini dimotori oleh Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM serta didukung sosialisasi internal melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM).
Menanggapi hasil survei publik yang memberikan penilaian rendah terhadap kinerja Kementerian HAM, Pigai dengan tegas membantah dan mematahkan hasil tersebut.
"Semua survei di Indonesia yang menyatakan Kementerian HAM rendah, saya patahkan hari ini. Mereka tidak mungkin bisa pecahkan rekor dunia. Berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang dipegang Presiden, Kementerian HAM adalah yang terbaik, bukan berdasarkan survei," ujanya.
Menurutnya, pelaksanaan tugas utama yang diperintahkan Presiden melalui Keputusan Presiden No. 156 yakni membangun kesadaran HAM telah terbukti nyata bahkan diakui dunia.
Baca juga: Polres Sumedang Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Sumedang Utara, Pelaku Ibu Kandung Eks TKW
Ia menegaskan bahwa indikator kinerja utama (KPI) resmi dari Presiden mencatat Kementerian HAM sebagai salah satu kementerian dengan kinerja terbaik, melebihi penilaian lembaga survei yang ia sebut tidak relevan.
Selain rekor dunia, Pigai juga menyoroti keberhasilan diplomasi internasional Indonesia hingga dipercaya memegang kepemimpinan Dewan HAM PBB.
Pigai menyatakan bahwa penghargaan skala internasional ini menjadi amunisi untuk terus memperbaiki iklim HAM di dalam negeri.
Editor : Husni Nursyaf