JABAR MEMANGGIL— Polres Sumedang bersama kelompok tani di Blok Cicongkar, Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, menggelar panen raya jagung hibrida kuartal II tahun 2026 pada lahan seluas 12 hektar. sabtu (16/5/2026).
Panen ini merupakan bagian dari target penanaman seluas 28 hektar di wilayah tersebut.Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menyampaikan harapannya agar capaian produksi sesuai dengan luasan lahan yang ditanam.
Baca juga: Polres Sumedang Selidiki Kasus Mahasiswi Unpad Jatinangor, Korban Kekerasan di Gang Hegarmanah
“Kami berharap hasil panen ini mencerminkan luasan lahan yang telah ditanami dan mendukung program ketahanan pangan lokal,” ujar Sandityo.
Panen jagung dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumedang. Program penanaman jagung ini melibatkan kerjasama antara Polres, Dinas Pertanian, PT Pupuk Indonesia, kelompok Petani Milenial, dan warga setempat.
Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat pencapaian target tanam dan meningkatkan produktivitas.Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian, Kapolres Sandityo memberikan bantuan sosial kepada para petani mitra Polri yang terlibat dalam penanaman jagung.
Baca juga: Pemberangkatan Jemaah Haji Cianjur Dipusatkan di Mapolres, Wujud Sinergitas dan Pelayanan Maksimal
Bantuan tersebut diserahkan sebagai tali asih sekaligus dukungan terhadap kesejahteraan petani setempat.
Dari hasil panen kuartal II, kualitas jagung dinilai bagus. Menurut Sandityo, sedikit sekali biji jagung yang mengandung aflatoksin atau senyawa beracun yang sering mengkontaminasi produk biji-bijian.
Baca juga: Mahasiswa Unpad Jatinangor Jadi Korban Begal, Korban dilindas Motor
“Yang mengandung aflatoksin sudah kami pisahkan dan kualitasnya rata-rata bagus,” katanya.
Panen raya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal serta memberikan tambahan penghasilan bagi petani di Desa Margalaksana.
Editor : Husni Nursyaf