JABAR MEMANGGIL -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mencatat 42 kejadian bencana alam sejak awal 2026. Mayoritas didominasi tanah longsor akibat hujan ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan di Januari, 39 rumah terdampak dan 35 rumah terancam longsor. Sebanyak 65 kepala keluarga (KK) ikut terdampak.
Baca juga: Kembali ke Pelukan Kampung Halaman: Hangatnya Idulfitri di Masjid Agung Garut
"Ini satu bulan saja dari Januari ada 42 kejadian. Rumah terdampak 39, terancam longsor 35, KK terdampak 65," ujar Bambang.
Penyebab: Hujan Tinggi Berlanjut
Bencana ini masuk kategori hidrometeorologi karena intensitas hujan tinggi. BMKG perkirakan Sumedang masih diguyur hujan hingga ke depan.
Menurutnya wilayah rawan merata, dari Jatinangor hingga Ujungjaya. Jatinangor dan Cimanggung rawan banjir, kota rentan gempa, sementara Rancakalong sering longsor.
Baca juga: Arus Mudik Pasca Lebaran Ramai di Jalur Cadas Pangeran Sumedang, Didominasi Motor
BPBD Sumedang juga menghimbau warga tetap waspada, khususnya di perbukitan dan saat perjalanan di titik rawan banjir-longsor.
Mitigasi: EWS di 10 Jembatan dan Reboisasi
BPBD juga berkolaborasi dengan BRIN pasang 10 Early Warning System (EWS) di jembatan rawan banjir. Rencana ekspansi segera direalisasi.Upaya lain termasuk tebang pohon kering potensial tumbang, plus reboisasi tanaman pengikat tanah untuk cegah longsor.
Baca juga: HDCI Garut Berbagi di Tengah Arus Mudik, Petugas hingga Anak Yatim Dapat Kejutan
"Kami tanami yang bisa mengikat tanah," ucap Bambang.
Editor : Husni Nursyaf