JABAR MEMANGGIL - Air mata haru tak terbendung saat Asep Maosul (33), atau akrab disapa Ocul, resmi meraih gelar Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Senin (19/1/2026).
Anak kedua dari lima bersaudara pasangan petani sayur asal Kampung Ciroyom, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Garut, ini memeluk erat kedua orang tuanya di ruang sidang promosi doktor.
Sang ayah, Aceng Ruman Nurodin, yang biasa bertani dengan sarung dan caping, tampak terharu melihat putranya mengenakan toga doktoral. Cucu Hasanah, sang ibu, juga ikut menangis bahagia.
“Gelar ini bukan hanya milik saya, tetapi milik keluarga, Kampung Ciroyom, Desa Sukawargi, dan masyarakat Garut,” ujar Ocul dengan suara bergetar.
Perjalanan Ocul dimulai dari SD Negeri Karamatwangi 1, SMP Plus Nuurul Mutaqiin Cisurupan, hingga SMA Negeri 1 Cisurupan (kini SMAN 16 Garut).
Meski ekonomi terbatas, ia belajar malam hari pakai lampu teplok dan jalan kaki melewati kebun sayur ke sekolah.
Puncaknya saat S1 di UPI, ibunya rela jual perhiasan pernikahan untuk bayar kuliah semester awal. Di Bandung, Ocul kos di kamar kecil sambil kerja paruh waktu di restoran. hasilnya S1 selesai 2013, S2 2017, dan kini doktor.
“Orang tua saya berjuang di kebun, saya berjuang di dunia akademik. Ladangnya berbeda, tapi semangatnya sama,” katanya.
Disertasi Inovatif soal Kuliner UMKM Ocul bertajuk Pengembangan Model Keterampilan Gastrodiplomasi Kuliner Indonesia bagi Pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Penelitian ini bantu UMKM bersaing global lewat kekuatan kuliner Indonesia.
Tim promotor puji kebaruan dan relevansinya untuk pendidikan vokasional.Selama studi, Ocul bagi waktu sebagai dosen, riset, dan keluarga—bahkan LDR dengan istri dan anak, tidur hanya 4-5 jam sehari. Ia juga publikasikan karya di jurnal nasional/internasional.
Dirinya juga berpesan untuk generasi muda kepada anak petani dan buruh, “Jangan pernah malu lahir dari keluarga sederhana. Dari sanalah karakter dan ketangguhan dibentuk.”Kini, Dr. Asep Maosul, S.Pd., M.Pd., jadi inspirasi. Dari lereng Cisurupan, ia siap kontribusi lewat akademik dan UMKM.