JABAR MEMANGGIL -Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perdamaian dan kebersamaan.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, Hasbullah, mengajak seluruh masyarakat menjadikan tahun baru Islam sebagai sarana melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih rukun, harmonis, dan bermanfaat bagi sesama.
Baca juga: FKUB: DNA Warga Bogor Sejak Dulu Adalah Rukun dan Toleran
“Pergantian tahun hijriah hendaknya menjadi momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, suasana yang damai merupakan modal utama bagi kemajuan masyarakat. Dengan kehidupan yang aman dan saling menghormati, warga dapat menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan keagamaan dengan nyaman.
“Perdamaian adalah modal utama pembangunan. Ketika masyarakat hidup dalam suasana yang aman dan saling menghormati, berbagai potensi yang dimiliki warga dapat berkembang secara optimal,” katanya.
Sejalan dengan semangat tersebut, FKUB Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebarkan kemaslahatan melalui berbagai bentuk kepedulian sosial. Ketua FKUB menegaskan bahwa kemaslahatan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu sesama, menjaga lingkungan, mempererat silaturahmi, dan menghormati perbedaan.
“Kebaikan sekecil apa pun akan memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Kota Bogor berlangsung meriah dan penuh khidmat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Peringatan tingkat Kota Bogor dipusatkan di Masjid Agung Al-Isro dengan kegiatan Tabligh Akbar dan santunan bagi 2.000 anak yatim.
Sementara itu, kegiatan serupa juga diselenggarakan di berbagai wilayah, di antaranya di Pesantren Nurul Fata, Bogor Selatan, serta Pesantren Daarul Uluum, Bogor Timur, yang dihadiri ribuan jamaah, santri, dan masyarakat.
Ketua FKUB Kota Bogor menilai berbagai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan dan kerukunan yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang harus terus dirawat bersama. Dari kerukunan akan lahir kegembiraan, kedamaian, dan berbagai kemaslahatan bagi umat serta bangsa,” tuturnya.
Ia berharap semangat Muharam 1448 H dapat menjadi energi positif untuk membangun Kota Bogor yang semakin damai, harmonis, dan sejahtera.
Editor : Yudi Irawan