JABAR MEMANGGIL- Krisis air di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, yang disebabkan oleh kemarau yang berkepanjangan, telah memicu respons cepat dari Basarnas Bandung. Mereka telah menyusun tim khusus dan membawa alat penjernih air untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Menurut Kepala Basarnas Bandung, Jumaril, saat ini prioritas utama adalah membantu Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Mereka bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sumedang dan Damkar Sumedang untuk menyuling air bersih menggunakan peralatan water treatment. Tim ini sudah berada di lapangan sejak Rabu (11/10/2023).
Baca juga: Sumedang Rayakan HJS ke-448, Bupati Dony Ajak ASN dan Masyarakat Bersatu Bangun Daerah
Jumaril juga menambahkan bahwa air yang telah disuling akan segera didistribusikan ke kecamatan-kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
Baca juga: Lapas Majalengka Tandatangani Ikrar Zero Narkoba dan HP Ilegal
"Sumber air untuk penyulingan berasal dari aliran sungai Cimanuk, Jembatan Lingkar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang," Ujarnya.
Sementara proses distribusinya ditambahkan Jumaril, juga dibantu oleh Damkar Sumedang yang menggunakan tanki Dinas Kebakaran Sumedang. Masyarakat yang membutuhkan air bersih diharapkan dapat menghubungi BPBD Sumedang.
Baca juga: Ribuan Warga Sumedang Serbu Kolam Masjid Al Kamil, Ikuti Ngagogo Lauk Rayakan HJS ke-448
Kabupaten Sumedang mengalami penurunan sumber air hingga 70%, dan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprediksi bahwa kekeringan akan berlangsung hingga akhir Oktober-November 2023. Bahkan, musim hujan diperkirakan tidak akan membawa hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi kekeringan saat ini dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan. ( Husni Nursyaf)
Editor : Redaksi