JABAR MEMANGGIL- Krisis air di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, yang disebabkan oleh kemarau yang berkepanjangan, telah memicu respons cepat dari Basarnas Bandung. Mereka telah menyusun tim khusus dan membawa alat penjernih air untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Menurut Kepala Basarnas Bandung, Jumaril, saat ini prioritas utama adalah membantu Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Mereka bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sumedang dan Damkar Sumedang untuk menyuling air bersih menggunakan peralatan water treatment. Tim ini sudah berada di lapangan sejak Rabu (11/10/2023).
Baca juga: Menbud Fadli Zon Tinjau Situs Sejarah dan Cagar Budaya di Sumedang
Jumaril juga menambahkan bahwa air yang telah disuling akan segera didistribusikan ke kecamatan-kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
Baca juga: Libur Isra Mi'raj, Jalur Puncak Kembali Padat Usai Penormalan Dua Arah
"Sumber air untuk penyulingan berasal dari aliran sungai Cimanuk, Jembatan Lingkar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang," Ujarnya.
Sementara proses distribusinya ditambahkan Jumaril, juga dibantu oleh Damkar Sumedang yang menggunakan tanki Dinas Kebakaran Sumedang. Masyarakat yang membutuhkan air bersih diharapkan dapat menghubungi BPBD Sumedang.
Baca juga: Rakornas Paskibraka 2026: Tegaskan Pembentukan Generasi Penjaga Kehormatan Bangsa
Kabupaten Sumedang mengalami penurunan sumber air hingga 70%, dan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprediksi bahwa kekeringan akan berlangsung hingga akhir Oktober-November 2023. Bahkan, musim hujan diperkirakan tidak akan membawa hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi kekeringan saat ini dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan. ( Husni Nursyaf)
Editor : Redaksi