JABAR MEMANGGIL-Musim kemarau yang tak kunjung usai membuat ratusan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang berkumpul di lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang untuk menjalankan sholat istisqa.
Sholat memohon hujan ini dihadiri oleh Forkompinda, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sumedang.Baca juga: Sumedang Rayakan HJS ke-448, Bupati Dony Ajak ASN dan Masyarakat Bersatu Bangun Daerah
Tuti Rusnawati, Penjabat Sekretaris Daerah Sumedang, menyatakan bahwa sholat istisqa digelar secara bersama-sama oleh berbagai elemen, termasuk Forkompinda, pejabat eselon II, dan lainnya.
"Ini merupakan upaya untuk memohon kepada Allah SWT mengenai musim kemarau yang berkepanjangan, yang berdampak pada ketersediaan pangan di daerah ini," ungkapnya setelah sholat istisqa pada Selasa (10/11/2023).
Tuti Rusnawati juga menambahkan bahwa menurut prediksi BMKG, hujan baru diperkirakan akan turun pada akhir November, sehingga banyak sawah yang saat ini mengalami kekeringan.
Baca juga: Lapas Majalengka Tandatangani Ikrar Zero Narkoba dan HP Ilegal
"Selain itu, musim kemarau juga telah memicu kebakaran hutan karena gesekan ranting-ranting kering, menyebabkan terjadinya 47 titik kebakaran hutan di Sumedang selama musim kemarau," tambahnya.
Sholat Istisqa juga diadakan secara serentak di 26 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Husni Nursyaf)
Baca juga: Ribuan Warga Sumedang Serbu Kolam Masjid Al Kamil, Ikuti Ngagogo Lauk Rayakan HJS ke-448
Editor : Redaksi