JABAR MEMANGGIL – Pembangunan Jembatan Cibayawak di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, dijadwalkan dimulai pada Maret 2026 dengan anggaran Rp5,1 miliar.
Kepastian ini disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir usai meninjau langsung lokasi jembatan yang roboh, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Andri Indra Widianto serta unsur Forkopimcam Cisitu, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: HDCI Garut Berbagi di Tengah Arus Mudik, Petugas hingga Anak Yatim Dapat Kejutan
Penyebab Roboh dan Dampaknya
Jembatan Cibayawak yang memiliki lebar 5 meter dan panjang 25 meter ini patah dan ambles akibat tergerus arus Sungai Cikeusi serta pergerakan tanah. Saat ini, warga terpaksa menggunakan jembatan sementara yang hanya mampu dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Bupati Dony menjelaskan kunjungannya langsung untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Sehingga masyarakat tidak bisa melewatinya. Ada jembatan sementara hanya untuk pejalan kaki dan pengguna motor roda dua. InsyaAllah jembatan ini akan dibangun tahun 2026 ini. Karena memang perencanaan dulu sudah kami anggarkan. Mohon doanya agar pembangunannya lancar," ujarnya.
Baca juga: Wagub Erwan Kritik PJU Mati di Sumedang Jelang Mudik Lebaran 1447 H
Ajakan Bersama untuk Kelancaran Proyek
Bupati Dony meminta Kecamatan Cisitu, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat turut berpartisipasi dalam memperlancar pembangunan.
"Doakan. Jembatannya harus kokoh, tahan lama. InsyaAllah jembatannya beres. Tahun 2027, jalannya akan kami perbaiki, yaitu Jalan Cikeusi-Cinangerang yang masuk ruas jalan kabupaten," tambahnya.
Baca juga: Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret
Menurut Bupati, infrastruktur yang baik seperti jembatan dan jalan akan memperlancar aktivitas masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
"InsyaAllah jalan mantap, ekonomi lancar. Saya mohon semuanya bisa membantu mensukseskan pembangunannya dan kalau sudah jadi, dipelihara bersama-sama," pungkasnya.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga Cisitu yang selama ini kesulitan akses transportasi.
Editor : Husni Nursyaf