JABAR MEMANGGIL- Cuaca ekstrem yang terus mengguyur Kabupaten Sumedang membuat petani cabai gagal panen. Tanaman rusak dan membusuk, memaksa petani mencabut lahan secara massal dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Di Desa Sukawangi, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, petani cabai Tatang terlihat sibuk mencabut tanamannya yang sudah tak terselamatkan. "Akibat gagal panen, terpaksa saya cabut semua tanaman cabai. Rugi besar karena tidak bisa dipanen sama sekali," ujar Tatang saat ditemui di lahan seluas 300 meter persegi miliknya, Kamis (22/1).
Baca juga: Bupati Sumedang Resmikan Lift dan JPO Pertama di Masjid Raya Ciromed, Akses Jemaah Kini Makin Mudah
Tanaman Rusak Total, Hama Menyerang
Guyuran hujan deras selama dua bulan terakhir menjadi biang kerok. Banyak cabai berjatuhan, batang pohon membusuk, dan lahan mudah diserang hama. Dari total lahan 300 m², hanya sebagian kecil yang bisa dipanen.
Sisanya hangus total.Tatang mengisahkan, di bawah hujan deras ia terpaksa mengumpulkan batang-batang tanaman yang sudah rusak. "Cuaca buruk ini bikin cabai gampang diserang hama. Saya kehilangan hampir seluruh panen," tambahnya.
Baca juga: Kapal Nelayan Baru Kasih GT 2 Terbalik di Indramayu, Satu Awak Masih Dicari Tim SAR
Harga Cabai Anjlok, Petani Minta Pupuk Murah
Dampaknya tak berhenti di lapangan. Harga cabai yang biasanya Rp50.000–Rp75.000 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp20.000/kg akibat kelebihan pasokan dari daerah lain dan kualitas buruk.
Tatang juga mengeluhkan soal biaya produksi. "Saya minta pemerintah agar harga pupuk jangan terlalu mahal. Itu memberatkan petani cabai seperti kami," pintanya.
Baca juga: Dari Petani Sayur ke Doktor UPI: Kisah Haru Asep Maosul yang Bikin Air Mata Menetes
Kondisi ini mencerminkan keresahan petani hortikultura di Jawa Barat akibat perubahan iklim.
Editor : Husni Nursyaf