JABAR MEMANGGIL- Universitas Pakuan (Unpak) mewisuda 1.325 lulusan di Gedung Puri Begawan, Bogor, pada Rabu, 26 November 2025. Wisuda ini menjadi penutup perjalanan studi mahasiswa sekaligus bagian dari perayaan Dies Natalis Unpak ke-45.
Rektor Unpak, Prof. Didik Notosudjono, menegaskan wisuda bukan hanya acara seremonial, tetapi langkah awal menuju dunia yang penuh dinamika.
Baca juga: Kunjungan Wisata ke Kebun Raya Bogor Naik Lebih 50 Persen di Libur Tahun Baru
“Wisuda adalah awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan peluang. Dunia di luar sangat dinamis dan membutuhkan lulusan yang adaptif serta berintegritas,” ujarnya.
Para lulusan berasal dari seluruh fakultas dan jenjang, mulai dari vokasi, sarjana, magister hingga doktor. Unpak menyebut sejumlah capaian kampus ikut memperkuat kualitas lulusan, seperti: 13 program studi berakreditasi Unggul, 339 dosen bersertifikasi, Penambahan 1 guru besar (total 19) Penguatan internasionalisasi melalui pertukaran dosen dan mahasiswa.
Wisuda juga menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa berprestasi di tingkat internasional, nasional, dan regional, termasuk juara International Geomapping, medali POMNAS, serta lomba debat dan inovasi.
Di akhir sambutan, Prof. Didik berpesan agar lulusan menjaga nilai kemanusiaan dan terus belajar.
Baca juga: Studi Tiru ke Bogor, Pemkab Blora Dalami Regulasi Pertanian dan PAD
“Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat dan kemajuan bagi bangsa,” katanya.
Wakil Rektor I sekaligus Ketua Pelaksana Wisuda, Prof. Eri Sarimanah, juga menyampaikan ucapan selamat.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Pakuan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa,” ucapnya.
Baca juga: Dari Tradisi ke Meja Modern: Se’Indonesia Bawa Se’i Asap Autentik ke Kota Bogor
Ia mengingatkan pentingnya terus berkembang dan tetap terhubung dengan almamater.
“Keberhasilan yang saudara peroleh hari ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang sesuai tuntutan zaman… Jangan lupakan Universitas Pakuan,” harapnya.
Editor : Yudi Irawan