Jelang Lebaran, Penjahit Kaki Lima Ini Banjir Orderan Bahkan Dalam Sehari Bisa Potong 50 Pakaian

jabar.memanggil.co
Dede Sukmana (57) penjahit pakaian Yang sering mangkal  di jalan Mayor Abdurahman Saleh, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Minggu (30/3/2025)

JABAR MEMANGGIL - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, puluhan penjahit Yang sering mangkal  di jalan Mayor Abdurahman Saleh, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, kebanjiran orderan bahkan kenaikan mencapai hingga 100 persen. Minggu (30/3/2025)

Seperti salah seorang penjahit kaki lima Dede Sukmana (57) menurutnya mendekati hari raya orderan untuk mejahit terus mengalami peningkatan bahkan sudah sejak seminggu lalu terus menerima orderan permak pakaian dan potong, bisa hingga 100 persen.

Baca juga: Longsor Timbun Gudang Air Minum di Sumedang, Satu Karyawan Jadi Korban

"Alhamdulillah ramai terus mendekati Idul  Fitri bahkan bisa buka hingga malam takbiran" Ucapnya.

Dede yang sudah 25 tahun menjadi penjahit ini biasanya dalam sehari hanya merombak pakean 5-10 potong namun saat mendekati hari raya bisa mencapai hingga 50 potong.

Walaupun banyak yang meminta jasanya, bapak 3 anak ini tidak menaikan harga, harga untuk pakaian yang dipotong 15 ribu rupiah, sedangkan untuk pakaian yang di rombak 25 hingga 30 ribu rupiah.

Baca juga: Menbud Fadli Zon Tinjau Situs Sejarah dan Cagar Budaya di Sumedang

"Untuk harga tetap tidak ada kenaikan tetap aja segitu" Tambahnya

Sementara itu Budi (40) mengatakan menjelang hari raya penjahit penuh semua, bahkan dirinya harus mencari penjahit yang kosong agar tidak menunggu.

Baca juga: Libur Isra Mi'raj, Jalur Puncak Kembali Padat Usai Penormalan Dua Arah

"Dari tadi Saya muter-muter akhirnya ada yang kosong, yang lain pada penuh semua, jelang raya penuh banget penjahit, hasilnya juga bagus, bahkan jadi langganan juga" Tutupnya.

Di pinggir ruas jalan tersebut dari dulu memang terkenal dengan sentra permak dan penjahit kaki lima yang sudah ada sejak puluhan tahun bahkan hingga saat ini ada sebanyak 20 lebih penjahit yang masih bertahan hingga kini.

Editor : Husni Nursyaf

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru