JABAR MEMANGGIL - Proses rekapitulasi perhitungan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bogor Barat terhenti akibat pemadaman listrik yang kembali terjadi. Kondisi ini mendapat kritikan tajam dari Anggota DPRD Kota Bogor, Devie P Sultani, yang menilai hal tersebut mengganggu jalannya proses perhitungan suara hasil pemilu 2024.
Devie menyoroti lokasi rekapitulasi yang dinilai tidak representatif dan mendesak untuk segera dipindahkan atau dilengkapi dengan daya cadangan. Ia menyampaikan keprihatinannya terkait seringnya pemadaman listrik, yang dianggapnya tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, namun tampaknya dibiarkan terus menerus. Bahkan menurut Devie pemadaman listrik kerap terjadi disaat proses rekapitulasi perhitungan suara untuk DPRD.
Baca juga: Sumedang Percepat Perbaikan Jalan Nasional Jelang Mudik Lebaran 1447 H, Sudah Tembus 87%
" Kok setiap bagian Perhitungan Suara DPRD mati Lampu, Ini ada apa? ," Ucapnya.
Baca juga: Polisi Ciduk Kakak Tiri Pembunuh Bocah 12 Tahun di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat
Kritik juga dilontarkan terhadap sistem sirekap yang dinilai tidak mendukung proses rekapitulasi perhitungan suara. Devie menyarankan jika sistem tersebut tidak dapat memberikan dukungan maksimal, sebaiknya dilakukan secara manual tanpa menggunakan sistem yang masih sarat dengan permasalahan.
Baca juga: Menanam Harapan di Neglasari, HPSN 2026 Jadi Ruang Aksi dan Kepedulian Sosial
"Kalau memang sistem tidak mendukung, lakukan saja secara manual tanpa perlu bergantung pada sistem sirekap yang masih memiliki banyak masalah. Salah satu kendala di kecamatan Bogor Barat adalah pemadaman listrik tadi, dan ini perlu mendapatkan perhatian serius," ujar Devie P Sultani. ( Y. Irawan)
Editor : Redaksi