Rumah Warga Ambruk Akibat Pergerakan Tanah, Belasan KK Mengungsi

jabar.memanggil.co

JABAR MEMANGGIL- Hujan deras di Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan satu rumah roboh tersapu pergerakan tanah. Pemiliknya sudah mengungsi karena retakan besar terlihat sehari sebelumnya. Saat ini, enam rumah terdampak telah dikosongkan.

Rumah milik Dede Supriatna di Kampung Tegalkaso, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, roboh akibat pergerakan tanah. Seluruh penghuni, termasuk istri dan dua anaknya, serta perabotan rumah tangga dievakuasi ke tempat yang aman.

Baca juga: Longsor Timbun Gudang Air Minum di Sumedang, Satu Karyawan Jadi Korban

Korban pergerakan tanah saat ini mengungsi di rumah mertuanya yang dianggap lebih aman. Sepekan sebelum kejadian, retakan sepanjang 100-200 meter dengan kedalaman 1-2 meter sudah terlihat di permukiman warga. Untuk mencegah korban, pihak berwenang memasang garis polisi di lokasi tersebut karena retakan terus berkembang.

Baca juga: Menbud Fadli Zon Tinjau Situs Sejarah dan Cagar Budaya di Sumedang

Selain satu rumah yang roboh, ancaman pergerakan tanah ini juga mengintai enam rumah lain yang telah dikosongkan. Dede Supriatna, korban pergerakan tanah, mengungkapkan bahwa retakan muncul sehari sebelumnya dan membesar hingga merobohkan rumah pada Jumat sore.

"Saat ini keluarga dan barang sudah dievakuasi setelah mendapat himbauan dari aparat setempat," Ujar Dede.

Baca juga: Libur Isra Mi'raj, Jalur Puncak Kembali Padat Usai Penormalan Dua Arah

Sementara itu, Kapolsek Cireunghas, IPDA Hendrayana, menyatakan bahwa setelah mendapat laporan, pihaknya bersama aparat gabungan mengecek lokasi dan menemukan retakan sepanjang 100-200 meter dengan kedalaman hingga 2 meter di permukiman warga. Selain satu rumah yang roboh, enam rumah terdampak juga sudah dikosongkan.

" Kami menemukan ada retakan sepanjang 100-200 meter dengan kedalaman 2 meter di sekitar permukiman warga," Ungkapnya.
Kini, seluruh area yang terancam pergerakan tanah telah dipasangi garis polisi untuk mencegah korban. Pergerakan tanah ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga lahan pertanian dan memutus akses jalan lingkungan. ( P. Haeruman)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru