JABAR MEMANGGIL - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengirim tim investigasi untuk meneliti ledakan tabung Gas CNG yang menimbulkan korban jiwa di Sukabumi.
Kejadian yang terjadi di Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin lalu, menyebabkan dua warga, berinisial HL dan UO, meninggal dunia serta merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. Daya ledak tabung gas mencapai radius 50 meter.
Baca juga: Longsor Timbun Gudang Air Minum di Sumedang, Satu Karyawan Jadi Korban
Tim KNKT, merespons insiden ini karena dikategorikan sebagai kecelakaan sangat berbahaya sesuai dengan PP 62 Tahun 2013. Mereka mencatat bahwa daya ledak tabung CNG mencapai 200 bar, cukup kuat untuk merusak area dalam radius 50 meter.
Baca juga: Menbud Fadli Zon Tinjau Situs Sejarah dan Cagar Budaya di Sumedang
Zulfikar, investigator KNKT Bidang Lalulintas, melakukan pemeriksaan faktual dampak kejadian, mencatat ledakan mencapai 50 meter dan merusak sejumlah bangunan.
Baca juga: Libur Isra Mi'raj, Jalur Puncak Kembali Padat Usai Penormalan Dua Arah
"Investigasi melibatkan pemeriksaan kondisi tabung CNG dari baja untuk menilai keamanan penggunaannya. Selain itu, tim KNKT juga fokus mencari kemungkinan kebocoran, mengingat gas CNG tidak berbau seperti elpiji, sehingga kebocoran sulit terdeteksi," Jelasnya.
Editor : Redaksi