Tim KNKT Investigasi Ledakan Tabung Gas CNG Yang Menewaskan Dua Warga di Sukabumi

jabar.memanggil.co
Tim KNKT sedang melakukan investigasu di lokasi kejadian ledakan gas CNG. ( Jabar Memanggil/ P. Haeruman)

JABAR MEMANGGIL - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengirim tim investigasi untuk meneliti ledakan tabung Gas CNG yang menimbulkan korban jiwa di Sukabumi.

Kejadian yang terjadi di Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin lalu, menyebabkan dua warga, berinisial HL dan UO, meninggal dunia serta merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. Daya ledak tabung gas mencapai radius 50 meter.

Baca juga: Ramadan Fashion Festival 2026, Bupati Garut Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

Tim KNKT, merespons insiden ini karena dikategorikan sebagai kecelakaan sangat berbahaya sesuai dengan PP 62 Tahun 2013. Mereka mencatat bahwa daya ledak tabung CNG mencapai 200 bar, cukup kuat untuk merusak area dalam radius 50 meter.

Baca juga: Pesantren Kilat Ramadan 1447H di Masjid Agung Sumedang Tambah Agenda Tanam Pohon dan Bersih-Bersih Lingkungan

Zulfikar, investigator KNKT Bidang Lalulintas, melakukan pemeriksaan faktual dampak kejadian, mencatat ledakan mencapai 50 meter dan merusak sejumlah bangunan.

Baca juga: Guru Besar Unpad Keluarkan "Seruan Padjadjaran": Desak Pemerintah Tegakkan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

"Investigasi melibatkan pemeriksaan kondisi tabung CNG dari baja untuk menilai keamanan penggunaannya. Selain itu, tim KNKT juga fokus mencari kemungkinan kebocoran, mengingat gas CNG tidak berbau seperti elpiji, sehingga kebocoran sulit terdeteksi," Jelasnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru